
SAMPANG – Pagi yang semula terasa tenang di wilayah Kabupaten Sampang, Madura, mendadak berubah menjadi mencekam setelah terjadi peristiwa pertikaian berdarah yang melibatkan dua orang pria. Insiden saling serang menggunakan senjata tajam ini terjadi di sebuah bengkel kendaraan yang terletak di lingkungan Desa Nyeloh, Kecamatan Kedungdung, tepatnya pada Rabu pagi (1/7/2026).
Kedua pihak yang terlibat dalam peristiwa ini diketahui memiliki inisial WD dan MM. Keduanya sama-sama berdomisili di Desa Banjar, sehingga diduga sudah saling mengenal sebelumnya. Pertemuan yang tidak direncanakan di tempat bengkel itulah yang kemudian menjadi pemicu pecahnya perselisihan hingga berujung pada adu kekerasan yang memakan korban luka.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari sejumlah saksi mata dan keterangan awal warga setempat, peristiwa berawal ketika WD datang ke lokasi bengkel untuk mengambil sepeda motor miliknya yang sebelumnya dititipkan untuk diperbaiki atau disimpan sementara. Tanpa diduga, saat berada di dalam bengkel, WD bertemu secara tak terduga dengan MM.
Pertemuan singkat itu langsung memicu percakapan yang memanas, yang berubah menjadi cekcok mulut. Suasana semakin tegang dalam waktu singkat, dan sebelum sempat dilerai oleh orang lain, keduanya sudah kehilangan kendali emosi dan langsung terlibat dalam pertarungan fisik.
Duel yang terjadi berlangsung sangat sengit dan berbahaya karena kedua pihak sama-sama membawa serta menggunakan senjata tajam. MM diketahui menyerang lebih dulu menggunakan senjata jenis celurit, sedangkan WD berusaha melawan dan membela diri dengan menggunakan pisau yang juga tajam. Dalam pergesekan yang cepat dan kacau itu, serangan melesat ke sana kemari sehingga sulit dihentikan sesaat.
Akibat pertarungan berbahaya tersebut, WD harus menanggung akibatnya. Ia mengalami luka robek cukup parah di bagian paha kiri dan lengan kirinya. Darah langsung mengalir membasahi pakaian dan lantai bengkel, membuat warga yang mendengar keributan dan melihat kejadian menjadi panik.
Menyadari situasi sudah di luar kendali dan melihat korban yang terluka cukup parah, sejumlah warga yang berkumpul segera turun tangan melerai dan memisahkan kedua pihak. Tak hanya itu, mereka juga langsung melakukan pertolongan pertama dan segera mengevakuasi WD untuk dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mohammad Zyn Sampang guna mendapatkan penanganan medis yang lebih lanjut dan menyelamatkan nyawanya.
Sementara itu, MM diketahui sempat meninggalkan lokasi kejadian seusai insiden terjadi, namun saat ini sudah dalam pemantauan pihak kepolisian untuk dimintai keterangan.
Hingga saat ini, penyebab pasti apa yang melatarbelakangi pertengkaran antara WD dan MM masih belum diketahui secara jelas dan terus didalami. Diduga kuat perselisihan itu bermula dari masalah pribadi yang sudah berlangsung sejak lama, namun hal itu masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan resmi.
Pihak kepolisian dari Polsek Kedungdung dan jajaran Polres Sampang telah turun ke lokasi kejadian untuk mengamankan tempat peristiwa, mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, serta mencari barang bukti yang dibutuhkan untuk mengungkap kasus ini.
“Kami masih mendalami kasusnya, termasuk mencari tahu apa alasan sebenarnya hingga keduanya bertindak nekat saling serang menggunakan senjata tajam. Proses pemeriksaan terhadap kedua pihak dan saksi terus kami lakukan agar kasus ini segera terang dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar salah satu perwira polisi yang menangani kasus tersebut.
Masyarakat setempat pun berharap kasus ini segera diselesaikan secara adil agar tidak menimbulkan dendam berkepanjangan yang bisa mengganggu ketertiban dan keamanan lingkungan desa ke depannya.
(*)
