
GRESIK – Pembongkaran Jembatan Manyar lama di Kabupaten Gresik telah dijadwalkan resmi mulai hari Jumat (3/4/2026), sebagai bagian dari proyek duplikasi jembatan tahap kedua yang dikelola oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali. Proses pembongkaran akan dilakukan secara bertahap dengan tahapan awal berupa pemasangan struktur penyangga (shoring) untuk memastikan keamanan struktur jembatan serta area sekitar selama pekerjaan berlangsung.
Dalam siaran pers yang diterbitkan oleh BBPJN Jatim–Bali, Kepala Balai Besar menjelaskan bahwa pembongkaran jembatan lama yang telah melayani lalu lintas selama bertahun-tahun ini menjadi langkah krusial dalam pelaksanaan proyek duplikasi yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan keamanan transportasi di ruas jalan tersebut. Jembatan baru yang akan dibangun memiliki panjang sekitar 80 meter dan dirancang untuk menampung arus lalu lintas yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.
“Pembongkaran Jembatan Manyar lama tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan melalui proses bertahap yang sangat hati-hati. Kami akan terlebih dahulu memasang struktur penyangga untuk menjaga stabilitas sisa struktur jembatan dan memastikan tidak ada risiko keruntuhan yang dapat membahayakan pekerja maupun pengguna jalan sekitar. Setiap tahap pekerjaan akan diawasi langsung oleh tim insinyur dan ahli struktur untuk memastikan keselamatan dan kualitas pelaksanaan,” ujar Kepala BBPJN Jatim–Bali.
Selama masa pelaksanaan pekerjaan pembongkaran dan pembangunan jembatan baru, pihak penyelenggara akan memberlakukan sistem buka-tutup terhadap arus lalu lintas yang melintas melalui lokasi proyek. Pihaknya mengakui bahwa kebijakan ini berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas bahkan kemacetan pada jam sibuk, terutama pada pagi dan sore hari. Untuk mengantisipasi hal tersebut, telah disiapkan rute alternatif serta penambahan jumlah petugas lalu lintas yang akan mengatur aliran kendaraan di sekitar lokasi proyek.
“Kami memahami bahwa proses pekerjaan akan memberikan dampak terhadap kelancaran lalu lintas. Oleh karena itu, kami telah menyusun skema pengaturan lalu lintas yang sebaik mungkin dengan sistem buka-tutup yang disesuaikan dengan intensitas arus kendaraan. Petugas akan ditempatkan di titik-titik strategis untuk memberikan arahan dan meminimalisir kemacetan yang mungkin terjadi,” jelas Koordinator Pelaksanaan Proyek Duplikasi Jembatan Manyar.
Setelah proses pembongkaran selesai dan area lokasi siap, proyek akan segera dilanjutkan dengan tahap pemasangan tiang pancang sebagai pondasi utama untuk pembangunan jembatan baru. Tahap ini diperkirakan memakan waktu beberapa minggu dan akan dilakukan dengan menggunakan alat berat khusus yang telah disiapkan oleh kontraktor pelaksana. Jembatan baru yang direncanakan akan memiliki lebar yang lebih luas dibandingkan jembatan lama, sehingga mampu menampung lebih banyak kendaraan dan mengurangi kemacetan yang sering terjadi di ruas jalan tersebut.
Proyek duplikasi Jembatan Manyar yang ditargetkan rampung pada tanggal 31 Agustus 2026 sempat mengalami keterlambatan dalam pelaksanaannya. Menurut pihak BBPJN Jatim–Bali, penundaan tersebut disebabkan oleh pertimbangan untuk menghindari gangguan terhadap arus mudik dan balik Lebaran 1447 H yang baru saja berlangsung. Keputusan untuk menunda pekerjaan selama masa mudik dianggap penting untuk memastikan kelancaran perjalanan puluhan ribu kendaraan yang melintas melalui ruas jalan tersebut.
“Kami secara sengaja menunda pelaksanaan pekerjaan inti selama masa mudik Lebaran untuk menghindari kemacetan yang lebih parah dan memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan lebih nyaman. Meskipun ada sedikit penundaan, kami yakin dapat mengejar target penyelesaian proyek sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan,” tambah Kepala BBPJN Jatim–Bali.
Tak hanya fokus pada pembangunan jembatan baru, pihak BBPJN Jatim–Bali juga akan melakukan peningkatan kualitas jalan di sekitar lokasi proyek hingga ke Kecamatan Sidayu, dengan panjang total sekitar 13 kilometer. Peningkatan jalan ini akan dilakukan secara bertahap dan diperkirakan akan selesai pada tahun 2027. Kegiatan ini mencakup perbaikan permukaan jalan, peningkatan drainase, serta pemasangan fasilitas jalan yang lebih baik seperti pagar pengaman dan rambu lalu lintas yang standar.
“Proyek ini tidak hanya tentang membangun jembatan baru, namun juga meningkatkan kualitas keseluruhan ruas jalan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan yang lebih baik bagi pengguna jalan. Peningkatan jalan hingga Sidayu akan dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu lalu lintas secara terus-menerus dan dapat diselesaikan sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan,” jelas pihak BBPJN Jatim–Bali.
Dalam kesempatan yang sama, pihak penyelenggara proyek mengimbau seluruh masyarakat khususnya pengguna jalan yang akan melintas melalui area proyek untuk selalu mengatur waktu perjalanan dengan cermat dan mematuhi arahan yang diberikan oleh petugas lalu lintas serta tanda rambu yang telah dipasang di sekitar lokasi pekerjaan. Bagi yang memiliki jadwal perjalanan penting, disarankan untuk menggunakan rute alternatif atau meninggalkan rumah lebih awal untuk menghindari kemacetan yang mungkin terjadi.
“Kami sangat mengharapkan dukungan dan kerja sama dari seluruh masyarakat dalam menjalankan proyek ini. Meskipun dalam jangka pendek akan memberikan beberapa ketidaknyamanan, namun dalam jangka panjang proyek duplikasi Jembatan Manyar dan peningkatan jalan akan memberikan manfaat yang besar bagi perkembangan wilayah Gresik dan sekitarnya. Mari kita bersama-sama menjaga kelancaran lalu lintas dan keselamatan selama pekerjaan berlangsung,” pungkas Koordinator Pelaksanaan Proyek.
Untuk memastikan informasi mengenai pengaturan lalu lintas selalu terkini, pihak BBPJN Jatim–Bali akan secara berkala menyebarkan informasi melalui kanal resmi seperti situs web, akun media sosial, serta papan informasi yang dipasang di sekitar lokasi proyek. Masyarakat juga dapat menghubungi nomor kontak yang telah disediakan untuk mendapatkan informasi terkait kondisi lalu lintas dan perkembangan proyek.
(red)
