
Surabaya, 22 Mei 2026 – Upaya pemeliharaan infrastruktur pasokan air bersih terus dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) melalui mitra kerja terpercayanya. Saat ini, tim teknis dari rekanan resmi PDAM sedang melaksanakan serangkaian pekerjaan perawatan pada jaringan pipa utama berdiameter 300 milimeter dan 200 milimeter yang melintasi jalur distribusi utama wilayah pelayanan. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengecekan kondisi teknis, tetapi juga mencakup pengecatan menyeluruh sebagai langkah strategis mencegah terjadinya korosi yang dapat mengganggu kelancaran aliran air bersih ke masyarakat.
Pekerjaan perawatan ini dimulai sejak awal minggu ini dan direncanakan berjalan secara bertahap hingga seluruh segmen pipa yang menjadi sasaran mendapatkan penanganan lengkap. Pipa berdiameter 300 milimeter dan 200 milimeter ini memiliki peran sangat vital sebagai tulang punggung sistem distribusi, karena berfungsi menyalurkan volume air dalam jumlah besar dari unit pengolahan menuju jaringan pipa yang lebih kecil di kawasan pemukiman, perkantoran, maupun kawasan industri. Kerusakan atau penurunan kualitas pada kedua jenis pipa ini tentu akan berdampak luas, mulai dari penurunan tekanan air hingga risiko kebocoran besar yang berpotensi menghentikan pasokan secara menyeluruh.
Salah satu poin utama dalam rangkaian pekerjaan kali ini adalah proses pengecatan pada permukaan luar maupun bagian dalam pipa yang dapat dijangkau. Menurut keterangan dari koordinator lapangan tim pelaksana, pengecatan bukan sekadar kegiatan estetika, melainkan langkah perlindungan teknis yang sangat krusial. Pipa air yang terpasang di lingkungan terbuka, di bawah tanah, maupun di ruang saluran terbuka sangat rentan terpapar kelembapan tinggi, zat kimia dalam tanah, serta perubahan suhu lingkungan. Kondisi-kondisi tersebut menjadi pemicu utama terjadinya korosi atau karat yang perlahan-lahan dapat menggerogoti ketebalan dinding pipa.
“Korosi adalah musuh utama infrastruktur pipa air. Jika dibiarkan, lapisan karat akan menipiskan struktur pipa, menyebabkan kebocoran, hingga akhirnya pipa pecah. Selain kerugian material, hal ini juga menyebabkan air bersih terbuang sia-sia dan pasokan ke warga terhenti. Oleh karena itu, pengecatan menggunakan cat khusus anti korosi menjadi bagian wajib dalam jadwal pemeliharaan berkala kami,” ungkap salah satu perwakilan rekanan PDAM di lokasi pekerjaan.
Proses pengecatan dilakukan melalui tahapan yang ketat dan terstandarisasi. Sebelum lapisan cat diaplikasikan, tim teknis terlebih dahulu melakukan pembersihan menyeluruh pada permukaan pipa dari kotoran, sisa lumpur, karat awal, maupun lapisan cat lama yang sudah mengelupas. Pembersihan dilakukan dengan cara mekanis maupun penggunaan bahan pembersih khusus agar permukaan pipa benar-benar bersih dan kasar, sehingga cat baru dapat menempel dengan kuat dan merata. Setelah bersih dan kering, baru dilakukan pengecatan lapisan dasar dan lapisan penutup menggunakan jenis cat yang tahan terhadap cuaca ekstrem dan zat korosif.
Selain pengecatan, tim juga melakukan pemeriksaan kelengkapan sambungan, kencangan baut, serta kondisi katup pengatur aliran yang terpasang di sepanjang jalur pipa. Setiap bagian yang ditemukan mengalami keausan atau kerusakan ringan langsung diperbaiki atau diganti agar sistem perpipaan kembali berfungsi optimal. Seluruh proses dikerjakan dengan mengacu pada standar teknis yang ditetapkan oleh PDAM, serta diawasi langsung oleh petugas pengawas lapangan dari pihak perusahaan daerah untuk menjamin kualitas hasil pekerjaan.
Pihak manajemen PDAM mengapresiasi kinerja tim rekanan yang bekerja dengan cermat dan tertib. Dijelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pemeliharaan jangka panjang untuk menjaga keandalan sistem penyediaan air minum. Dengan merawat dan melindungi pipa dari korosi, usia pakai infrastruktur dapat diperpanjang secara signifikan, sehingga investasi pembangunan jaringan air yang bernilai tinggi dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka waktu yang lebih lama dan aman.
“Kami berkomitmen untuk terus memastikan fasilitas air bersih yang ada tetap dalam kondisi prima. Perawatan rutin seperti ini jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan harus melakukan penggantian total pipa karena rusak parah. Langkah pencegahan ini adalah cara kami menjamin ketersediaan air bersih yang sehat dan lancar bagi seluruh pelanggan,” jelas juru bicara PDAM.
Masyarakat diimbau untuk dapat memaklumi jika sewaktu-waktu terjadi penurunan tekanan air atau penghentian pasokan sementara di sekitar lokasi pekerjaan, hal itu dilakukan demi keamanan proses perawatan. PDAM juga mengajak warga untuk turut menjaga keberadaan fasilitas perpipaan ini, serta segera melapor ke layanan pengaduan jika melihat indikasi kerusakan atau gangguan pada jaringan pipa di lingkungan masing-masing.
Dengan selesainya perawatan dan pengecatan pada pipa berdiameter 300 dan 200 milimeter ini, diharapkan sistem distribusi air bersih semakin tangguh, minim gangguan, dan mampu melayani kebutuhan air bersih masyarakat dengan kualitas dan kuantitas yang terjaga hingga bertahun-tahun ke depan.
(red)
