Suara Rakyat: Di Balik Kemudahan Transportasi Online, Driver GRANAT Jatim Siap Turun Jalan Demi Kepastian Hidup

Nasional

Surabaya – Di balik kemudahan yang dirasakan masyarakat setiap hari dalam hal mobilitas dan transportasi, tersimpan realita pahit yang dialami oleh ribuan pengemudi ojek online (ojol). Di balik layar aplikasi yang menawarkan kepraktisan, ada jutaan keluarga yang berjuang keras demi mendapatkan kepastian penghasilan dan perlindungan yang layak.

Menyadari kondisi tersebut, komunitas driver yang tergabung dalam wadah GRANAT Jawa Timur mengambil langkah tegas. Mereka berencana menggelar aksi damai yang diagendakan tepat pada tanggal 20 Mei 2026, yang bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional.

Pemilihan tanggal ini bukan tanpa makna. Sama seperti semangat kebangkitan yang pernah mengguncang bangsa ini di masa lalu, para driver kini ingin “bangkit” menyuarakan hak-hak mereka yang selama ini terabaikan.

Deretan Masalah yang Belum Tuntas

Aksi yang akan dilakukan ini bukan sekadar unjuk rasa biasa, melainkan bentuk desakan nyata terhadap berbagai persoalan pelik yang hingga kini belum menemukan titik terang dan jawaban pasti dari pihak terkait.

Ada sejumlah tuntutan utama yang menjadi alasan utama mereka turun ke jalan, antara lain:

Sistem Zona yang Dinilai Memberatkan: Banyak driver mengeluhkan penerapan sistem zona yang seringkali merugikan, mulai dari aturan yang tidak adil hingga pembagian wilayah yang membuat persaingan tidak sehat dan mempersulit pendapatan.

Minimnya Perlindungan Hukum: Status kepegawaian yang ambigu seringkali membuat driver berada dalam posisi rentan. Saat terjadi masalah, kecelakaan, atau perselisihan, perlindungan hukum dan jaminan sosial seringkali tidak jelas keberadaannya.

Ketidakjelasan Kebijakan: Sering terjadi perubahan aturan atau kebijakan yang diterapkan secara mendadak tanpa sosialisasi yang baik, sehingga membuat para driver kesulitan beradaptasi dan merugi.

Kepastian Pendapatan: Yang paling mendasar adalah masalah penghasilan. Banyak driver mengaku bahwa nominal yang didapat saat ini tidak sebanding dengan biaya operasional dan tenaga yang dikeluarkan, sehingga sulit memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Bukan Sekadar Pekerjaan, Tapi Keberlangsungan Hidup

    Tak dapat dipungkiri, kehadiran transportasi online telah menjadi bagian sangat penting dalam menggerakkan roda ekonomi masyarakat luas. Layanan ini membantu distribusi barang, memperlancar perjalanan, hingga menyerap tenaga kerja dalam jumlah masif.

    Namun, di balik kontribusi besar tersebut, ironisnya posisi para driver masih dianggap lemah dan sering kali tidak didengar suaranya. Mereka merasa hanya dianggap sebagai “alat” untuk keuntungan semata, tanpa diperhatikan kesejahteraannya.

    Melalui aksi pada 20 Mei nanti, GRANAT Jawa Timur berharap ada perubahan nyata yang segera terealisasi. Mereka tidak menuntut hal yang mustahil, melainkan hanya meminta keadilan dan kepastian dalam bekerja.

    Bagi mereka, mengemudikan kendaraan bukan sekadar mencari uang tambahan atau pekerjaan sambilan. Ini adalah mata pencaharian utama, tulang punggung keluarga, dan tentang keberlangsungan hidup yang layak bagi mereka yang setiap hari berjuang di bawah terik matahari dan hujan demi melayani masyarakat.

    Semoga suaranya didengar, dan solusi terbaik dapat segera ditemukan demi kesejahteraan bersama.

    (Red)

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    error: Content is protected !!