
BANGKALAN – Pengguna jalan yang melintasi Jembatan Suramadu diminta untuk bersabar dan mempersiapkan waktu perjalanan dengan baik. Pada hari ini, Rabu (15/4/2026), jembatan penghubung antara Surabaya dan Bangkalan, Madura, akan ditutup sementara untuk keperluan pengujian teknis.
Kepala Seksi Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bangkalan, Ipda Akhmad Jauhari, membenarkan rencana penutupan tersebut. Menurutnya, penutupan akan diberlakukan untuk seluruh jalur, baik jalur khusus mobil maupun jalur sepeda motor.
“Ya, semua jalur jika tidak ada perubahan,” ujar Ipda Akhmad Jauhari singkat kepada awak media.
Durasi Singkat, Dilakukan dalam 4 Sesi
Meskipun ditutup, petugas memastikan bahwa gangguan terhadap arus lalu lintas tidak akan berlangsung lama. Waktu penutupan diperkirakan hanya berlangsung sekitar 2 hingga 3 menit saja dalam sekali pelaksanaan.
“Penutupan mulai sekitar pukul 10.00 WIB,” ungkapnya.
Uniknya, penghentian arus lalu lintas ini tidak dilakukan satu kali saja, melainkan terbagi menjadi empat sesi pelaksanaan. Antara satu sesi dengan sesi berikutnya, akan diberikan jeda waktu istirahat atau pemulihan arus lalu lintas selama sekitar 10 hingga 15 menit.
Artinya, kendaraan akan diberhentikan sebentar, lalu boleh lewat kembali, dan akan diberhentikan lagi beberapa saat kemudian sesuai kebutuhan teknis di lapangan.
Pengujian Dinamis, Bukan Karena Kasus Pencurian Besi
Sementara itu, Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Suramadu, Suparyanto, menjelaskan tujuan dari penutupan sementara tersebut. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan pengujian dinamis yang difokuskan pada area bentang tengah Jembatan Suramadu.
Suparyanto juga menegaskan dengan tegas bahwa kegiatan pengujian ini sama sekali tidak berkaitan dengan kasus pencurian besi atau aksi vandalisme yang sempat terjadi di area jembatan beberapa waktu lalu.
“Ini adalah pemeriksaan rutin periode lima tahunan,” pungkasnya.
Pengujian dinamis ini merupakan standar operasional prosedur pemeliharaan infrastruktur besar. Tujuannya adalah untuk memantau kondisi struktur jembatan, kekuatan, serta kestabilan bangunan saat menerima beban lalu lintas yang bergerak, guna memastikan jembatan tetap aman dan layak operasi.
Diharapkan masyarakat dapat memaklumi adanya gangguan lalu lintas singkat ini demi keselamatan bersama dalam menggunakan jembatan terpanjang di Indonesia tersebut.
(red)
