
BANDA ACEH, ACEH – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh personel kepolisian, unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), instansi pemerintah terkait, serta seluruh elemen masyarakat Aceh atas sinergi dan kerja sama yang luar biasa dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Seulawah Tahun 2026. Kolaborasi yang solid antara berbagai pihak telah berhasil menjadikan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah berlangsung dengan aman, lancar, damai, dan kondusif di seluruh wilayah Provinsi Aceh.
Operasi Ketupat Seulawah 2026 yang dilaksanakan mulai dari tanggal [tanggal mulai operasi] hingga [tanggal akhir operasi] dirancang untuk menjamin keamanan dan kelancaran perjalanan mudik dan balik mudik, serta memastikan suasana perayaan hari raya tetap kondusif di setiap sudut Aceh. Nama “Seulawah” sendiri diambil dari nama gunung suci yang menjadi ikon Provinsi Aceh, melambangkan harapan akan keamanan dan kedamaian yang melimpah selama periode perayaan.
“Tanpa dukungan dan kerja sama dari semua pihak, tidak mungkin kita dapat menjalankan Operasi Ketupat Seulawah 2026 dengan hasil yang membanggakan seperti ini. Setiap personel yang berjaga di berbagai titik strategis, setiap unsur TNI yang bekerja sama dalam pengamanan, setiap instansi yang memberikan dukungan fasilitas dan pelayanan, serta setiap masyarakat yang aktif berpartisipasi – semua itu merupakan pijakan kuat bagi keberhasilan kita bersama,” ujar Kapolda Aceh Irjen Pol. [Nama Kapolda Aceh] dalam acara penutupan operasi yang digelar di Markas Polda Aceh, Minggu (30/3/2026).
Dalam laporan yang disampaikan oleh Kasat Operasi Polda Aceh Brigjen Pol. [Nama Kasat Ops], selama masa operasi tercatat tidak terjadi insiden besar yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat di Aceh. Jumlah kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan signifikan sebesar 22% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, sementara kelancaran perjalanan mudik dan balik mudik dapat terjaga berkat peningkatan intensitas patroli dan koordinasi dengan pihak pengelola jalan raya, pelabuhan, serta bandara.
“Selama masa operasi, kita telah membuka sebanyak 98 posko pengamanan dan pelayanan yang tersebar di seluruh jalur mudik utama di Aceh, seperti Jalur Raya Aceh Besar-Banda Aceh, Jalur Pantai Barat Aceh, Jalur Tengah Aceh, serta di sekitar pelabuhan Ulee Lheue dan Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda. Setiap posko dilengkapi dengan tim medis, fasilitas pertolongan pertama, serta informasi lalu lintas dan transportasi yang diperbarui secara berkala,” jelas Kasat Ops Polda Aceh.
Selain menjaga keamanan lalu lintas, pihak kepolisian juga bekerja sama dengan TNI dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan terhadap kawasan pesisir, hutan lindung, serta tempat ibadah yang ramai dikunjungi masyarakat selama hari raya. Upaya ini bertujuan untuk mencegah terjadinya aktivitas yang tidak diinginkan dan memastikan keselamatan seluruh warga yang merayakan Idul Fitri.
Peran aktif masyarakat Aceh menjadi salah satu pilar utama keberhasilan Operasi Ketupat Seulawah 2026. Banyak warga yang secara sukarela membantu petugas dalam mengatur lalu lintas di sekitar masjid dan mushola, memberikan informasi terkait kondisi jalan yang tergenang atau longsor akibat cuaca, serta membantu korban kecelakaan sebelum kedatangan petugas resmi. Beberapa organisasi masyarakat adat dan lembaga kemasyarakatan juga menyediakan fasilitas makanan khas Aceh serta minuman bagi petugas yang berjaga dan masyarakat yang mengalami kendala selama perjalanan.
“Kami sangat menghargai kontribusi dari seluruh elemen masyarakat Aceh, mulai dari kalangan muda hingga lansia. Semangat gotong royong yang kental di masyarakat Aceh telah menjadi modal berharga dalam menjaga keamanan dan kedamaian selama perayaan Idul Fitri. Ini menunjukkan bahwa menjaga keutuhan dan ketertiban daerah adalah tanggung jawab bersama yang harus kita jaga bersama,” ujar Kadiv Humas Polda Aceh Kombes Pol. [Nama Kadiv Humas].
Dalam acara penutupan tersebut, Polda Aceh juga memberikan penghargaan kepada beberapa pihak yang telah memberikan kontribusi luar biasa dalam mendukung Operasi Ketupat Seulawah 2026. Penerima penghargaan antara lain personel kepolisian dengan prestasi terbaik, komando TNI yang bekerja sama dalam pengamanan, pemerintah kabupaten/kota yang memberikan dukungan maksimal, serta perwakilan masyarakat dan tokoh adat yang aktif berpartisipasi.
Kapolda Aceh menyampaikan bahwa keberhasilan Operasi Ketupat Seulawah 2026 menjadi dasar yang kuat untuk meningkatkan kerja sama dalam masa mendatang. “Kita harus menjaga semangat persatuan dan kesatuan ini, serta menerapkannya dalam berbagai kegiatan pembangunan dan pemeliharaan keamanan di Provinsi Aceh. Bersama-sama, kita dapat menciptakan Aceh yang lebih aman, sejahtera, dan makmur, sesuai dengan harapan seluruh rakyat Aceh,” tegasnya.
Sebagai penutup, Kapolda Aceh mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga suasana damai dan harmonis setelah perayaan hari raya berakhir. Ia juga mengingatkan agar seluruh pihak tetap waspada terhadap berbagai ancaman keamanan dan selalu bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam menjaga ketertiban umum serta keutuhan wilayah negara.
“Sekali lagi, terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung Operasi Ketupat Seulawah 2026. Hasil yang kita capai bersama ini adalah bukti bahwa kerja sama yang erat antara pemerintah, aparatur keamanan, dan masyarakat akan selalu menghasilkan hal yang baik bagi kemajuan daerah dan negara. Semoga semangat kebersamaan ini tetap terjaga dan menjadi dasar untuk membangun Aceh yang lebih baik ke depannya,” pungkas Kapolda Aceh.
