SUASANA AKRAB DI POS KETAN LEGENDA KOTA BATU – KAKORLANTAS POLRI IRJEN AGUS SURYONUGROHO SAMPAIKAN PESAN KEAMANAN DAN KOLABORASI BERSAMA KOMUNITAS OJOL

POLRI-NASIONAL

Pertemuan Langsung dengan Komunitas Ojek Online di Pos Ketan Legenda, Dorong Kolaborasi Menuju Lalu Lintas yang Aman dan Humanis

BATU, JAWA TIMUR – Suasana yang penuh keakraban dan kehangatan terasa nyaman di Pos Ketan Legenda, Kota Batu, Jawa Timur, pada Kamis (5/2). Tak hanya menjadi momen bertemu, pertemuan yang dihadiri oleh Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., bersama ribuan pengemudi ojek online (ojol) menjadi wadah silaturahmi sekaligus kesempatan untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan lalu lintas perkotaan.

Dalam kesempatan tersebut, Kakorlantas Polri secara langsung menyapa dan berbincang santai dengan para pengemudi ojol yang setiap hari menjadi bagian penting dari ekosistem transportasi masyarakat. Pertemuan yang digelar di Pos Ketan Legenda bukan sekadar acara resmi, melainkan sebagai bentuk penghargaan Polri terhadap peran vital komunitas ojol dalam menjaga mobilitas dan denyut kehidupan masyarakat perkotaan.

“Kalian adalah ujung tombak mobilitas masyarakat. Setiap hari kalian berjibaku menjemput dan mengantar warga, menjadi bagian tak terpisahkan dari dinamika perkotaan,” ujar Irjen Agus Suryonugroho dengan nada yang hangat dan penuh penghargaan saat menyapa salah seorang pengemudi ojol yang telah lama berkiprah di jalanan Kota Batu.

Dalam percakapan yang berlangsung santai namun penuh makna, Kakorlantas menegaskan bahwa Polri selalu berusaha menjadi mitra yang dapat dipercaya bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk para pengemudi transportasi online yang menjadi tulang punggung mobilitas perkotaan. “Kita bukan hanya menjaga ketertiban, tapi juga ingin mendengar suara kalian. Setiap keluhan dan harapan dari pengemudi ojol adalah masukan berharga bagi kita untuk memperbaiki layanan,” jelasnya.

Para pengemudi ojol yang hadir menyampaikan berbagai kendala yang mereka hadapi sehari-hari, mulai dari tantangan terkait keamanan saat mengantar penumpang di malam hari, hingga permasalahan terkait parkir yang aman untuk kendaraan mereka. Salah seorang pengemudi ojol berinisial AN mengaku seringkali merasa khawatir ketika harus menunggu penumpang di lokasi yang kurang terawat atau rawan kejahatan. “Kadang kita harus menunggu lama di tempat yang tidak terlalu aman, terutama saat malam hari. Tapi dengan adanya komunikasi seperti ini, kami merasa didengar,” ucapnya dengan harapan.

Kakorlantas Polri juga menegaskan pentingnya kolaborasi dua arah antara aparat keamanan dan komunitas pengemudi ojol sebagai bagian integral dari sistem transportasi perkotaan. “Komunikasi yang baik adalah kunci utama. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Perlu adanya sinergi antara aparat yang menjaga ketertiban dengan mereka yang setiap hari merasakan langsung dinamika jalanan,” tegas Irjen Agus Suryonugroho sambil menyapa salah seorang pengemudi yang telah bertahun-tahun berkiprah di jalanan Kota Batu.

Salah seorang pengemudi ojol bercerita bahwa keberadaan mereka seringkali kurang diperhatikan dalam beberapa kebijakan lalu lintas, namun dengan adanya pertemuan seperti ini, mereka merasa mendapatkan ruang untuk menyampaikan keluhan dan harapan. “Kita hanya ingin diperhatikan, bukan dianggap sebagai bagian yang mengganggu. Setiap hari kita berkontribusi dalam mobilitas masyarakat, jadi harapannya ada kebijakan yang lebih manusiawi,” ujar pengemudi ojol tersebut.

Tak hanya membahas permasalahan, pertemuan ini juga menjadi wadah untuk menyampaikan program kerja bersama (rakerma) yang akan dilaksanakan guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan bagi pengemudi ojol serta masyarakat umum. Beberapa poin yang disepakati antara lain penyediaan area parkir khusus untuk kendaraan ojol di titik-titik strategis, penyuluhan tentang pentingnya keselamatan berkendara, serta pembentukan kanal komunikasi khusus yang dapat diakses kapan saja oleh komunitas ojol.

“Kita sepakat untuk membangun jalur komunikasi yang jelas, sehingga setiap keluhan atau usulan bisa disampaikan dengan tepat dan cepat ditindaklanjuti. Tidak ada lagi kesenjangan antara kebutuhan warga dan kebijakan yang dibuat,” jelas Kakorlantas saat menyampaikan kesepakatan bersama.

Pendekatan yang cair dan penuh empati ini mencerminkan komitmen Polri untuk terus berjalan bersama dengan seluruh komponen masyarakat sebagai bagian penting dari ekosistem transportasi perkotaan. “Kita harus saling menghargai peran masing-masing. Kalian sebagai pengemudi ojol adalah bagian penting dari sistem transportasi kita, sedangkan kami sebagai aparat berperan untuk menjaga keamanan dan kelancaran pergerakan,” tambahnya dengan nada yang penuh penghargaan.

Acara ditutup dengan doa bersama dan janji untuk terus menjaga hubungan yang baik serta melaksanakan kesepakatan yang telah disepakati. Para pengemudi ojol pun menyampaikan komitmen untuk tetap menjalankan peran mereka dengan baik, sementara pihak kepolisian berjanji untuk selalu mendengar dan merespons setiap masukan dari komunitas ojol sebagai bagian penting dari dinamika perkotaan.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!