
PALEMBANG – Dalam rangka memastikan ketersediaan serta stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang akan jatuh pada tanggal 21-22 Maret 2026, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumsel melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional dan gudang Perum Bulog Cabang Sumatera Selatan, Senin (02/03/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sumsel bersama Forkopimda Provinsi Sumsel ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga dan kelangkaan komoditas pangan pokok serta strategis.
Sidak Dimulai dari Pasar Tradisional, Pantau Harga dan Ketersediaan Barang Langsung dari Pedagang
Rombongan yang terdiri dari Gubernur Sumsel, Wakil Gubernur Sumsel, Ketua DPRD Provinsi Sumsel, Kapolda Sumsel, Danrem 042/Gapu, serta pejabat dari berbagai instansi terkait seperti Bank Indonesia Perwakilan Sumsel, BPOM Sumsel, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sumsel, serta Dinas Pertanian Sumsel, pertama kali mengunjungi Pasar Besar Palembang yang merupakan salah satu pusat perdagangan bahan pokok terbesar di Provinsi Sumsel.
Di lokasi ini, rombongan melakukan pengecekan langsung terhadap harga dan ketersediaan berbagai komoditas pokok seperti beras, gula pasir, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, cabai merah, dan cabai rawit. Gubernur Sumsel secara langsung berinteraksi dengan para pedagang untuk mengetahui kondisi terkini mengenai suplai barang, pergerakan harga, serta kendala yang dihadapi dalam menjalankan usahanya.
“Kita ingin memastikan bahwa setiap masyarakat Sumsel dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan tenang tanpa harus khawatir akan kelangkaan atau kenaikan harga bahan pokok yang tidak masuk akal. Melalui sidak ini, kita bisa mendapatkan informasi langsung dari lapangan dan mengambil langkah antisipatif jika ditemukan masalah,” ujar Gubernur Sumsel saat berbincang dengan salah satu pedagang beras di Pasar Besar Palembang.
Hasil pantauan awal menunjukkan bahwa sebagian besar harga komoditas pokok masih dalam batas normal. Namun, terdapat beberapa komoditas seperti cabai merah dan cabai rawit yang mengalami sedikit kenaikan harga akibat keterbatasan pasokan dari daerah penghasil utama. Untuk mengatasi hal ini, Dinas Pertanian Sumsel telah diminta untuk mempercepat distribusi bibit cabai serta memberikan bantuan teknis kepada petani lokal agar dapat meningkatkan produksi.
Kunjungan ke Gudang Bulog Sumsel, Stok Beras Aman dan Siap Distribusikan
Setelah melakukan sidak di Pasar Besar Palembang, rombongan melanjutkan kunjungan ke Gudang Bulog Cabang Sumatera Selatan yang berlokasi di Kecamatan Ilir Timur I, Kota Palembang. Di sini, rombongan diterima langsung oleh Kepala Cabang Perum Bulog Sumsel yang menjelaskan mengenai kondisi stok beras serta persiapan distribusi menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Stok beras di Gudang Bulog Sumsel saat ini mencapai sekitar 5.000 ton, yang terdiri dari berbagai jenis seperti IR 64, Ciherang, dan Sintanur. Kebutuhan harian beras di Provinsi Sumsel sekitar 250 ton, sehingga stok yang tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga dua bulan ke depan, termasuk periode jelang dan saat Idul Fitri,” jelas Kepala Cabang Perum Bulog Sumsel.
Selain beras, Bulog juga telah menyiapkan stok minyak goreng MinyaKita sebanyak 1.500 kiloliter yang siap didistribusikan ke berbagai pasar tradisional dan modern di seluruh Provinsi Sumsel. Gubernur Sumsel menekankan pentingnya distribusi yang merata agar seluruh lapisan masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Kita mengharapkan Bulog dapat melakukan distribusi secara efisien dan merata ke seluruh daerah di Sumsel, terutama ke daerah-daerah yang sulit dijangkau. Selain itu, pastikan juga bahwa beras dan minyak goreng yang didistribusikan memiliki kualitas yang baik dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” pinta Gubernur Sumsel.
Langkah Antisipatif untuk Menjaga Stabilitas Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok
Setelah menyelesaikan kunjungan ke Gudang Bulog Sumsel, Gubernur Sumsel bersama rombongan melakukan rapat terbatas untuk membahas langkah-langkah antisipatif yang akan dilakukan guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri. Beberapa langkah yang akan diambil antara lain:
1. Peningkatan Distribusi Bahan Pokok: Pemerintah Provinsi Sumsel bekerja sama dengan Bulog dan distributor lainnya untuk meningkatkan frekuensi distribusi bahan pokok ke berbagai daerah, terutama daerah-daerah yang memiliki risiko kelangkaan.
2. Operasi Pasar Murah: Akan digelar operasi pasar murah di berbagai lokasi strategis di seluruh Provinsi Sumsel mulai dari minggu depan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri. Dalam kegiatan ini, bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, dan telur akan dijual dengan harga di bawah harga pasar.
3. Pemantauan Harga yang Lebih Ketat: Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumsel akan melakukan pemantauan harga secara berkala di berbagai pasar tradisional dan modern. Jika ditemukan pedagang yang melakukan praktik harga tinggi atau hoarding, akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
4. Sosialisasi kepada Masyarakat: Pemerintah Provinsi Sumsel akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengelola kebutuhan bahan pokok dengan bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat menyebabkan lonjakan harga.
“Kita telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan bahwa menjelang dan saat Hari Raya Idul Fitri, ketersediaan dan harga bahan pokok di Sumsel tetap stabil. Namun, upaya ini tidak dapat berjalan dengan baik tanpa dukungan dari seluruh masyarakat. Mari kita bersama-sama menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok agar seluruh masyarakat dapat merayakan Hari Raya dengan bahagia dan damai,” tutup Gubernur Sumsel dalam pidatonya setelah rapat terbatas.
Selain itu, masyarakat juga dapat menghubungi Call Center TPID Provinsi Sumsel melalui nomor telepon 1500-123 jika menemukan adanya kelangkaan atau kenaikan harga bahan pokok yang tidak wajar. Tim akan segera melakukan pengecekan dan mengambil tindakan yang sesuai.
(*)
