
Pasuruan – Mengangkat semboyan “menyapu dengan sapu yang bersih”, Polres Pasuruan menunjukkan komitmen yang kuat dalam menegakkan kedisiplinan di lingkungan internal institusinya. Di tengah masa pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang digelar secara masif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Satuan Pengendalian dan Pengamanan (Sipropam) Polres Pasuruan justru balik badan melakukan tindakan “menyikat” secara menyeluruh terhadap kendaraan serta kelengkapan perlengkapan yang digunakan oleh seluruh anggota Polri di wilayah Pasuruan.
Operasi Keselamatan Semeru 2026 sendiri merupakan program utama Polres Pasuruan yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan lalu lintas, mencegah kejahatan, serta memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan, terutama menjelang berbagai aktivitas masyarakat yang akan meningkat seiring dengan kedatangan musim liburan dan bulan Ramadhan. Namun, pihak kepolisian menyatakan bahwa meskipun fokus pada pelayanan masyarakat sangat besar, kedisiplinan internal tidak boleh terlantarkan.
Kapolres Pasuruan AKBP Adi Wijaya, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa langkah pemeriksaan internal ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan bahwa seluruh anggota Polri di Pasuruan menjalankan tugas dengan profesionalisme dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. “Kita tidak bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat jika kita sendiri tidak menjaga kedisiplinan dan kelengkapan perlengkapan yang digunakan. Pepatah menyapu dengan sapu yang bersih sangat pas untuk menggambarkan langkah yang kita lakukan saat ini,” ujarnya dalam rapat koordinasi dengan jajaran Polres Pasuruan.
Pemeriksaan yang dilakukan oleh tim Sipropam Polres Pasuruan meliputi beberapa aspek penting, mulai dari kondisi teknis kendaraan dinas yang digunakan oleh anggota, kelengkapan perlengkapan operasional seperti seragam, perlengkapan komunikasi, hingga kelengkapan dokumen administrasi yang harus dibawa setiap saat ketika menjalankan tugas. Seluruh kendaraan dinas Polres Pasuruan, mulai dari mobil patroli hingga sepeda motor operasional, diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan kondisi mesin, kelengkapan peralatan keselamatan, serta kepatuhan terhadap standar pelayanan publik.
Selain itu, tim Sipropam juga melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan perlengkapan pribadi dan operasional anggota, termasuk kesesuaian seragam dengan aturan yang berlaku, kelengkapan identitas anggota, serta kondisi peralatan komunikasi yang harus selalu siap digunakan. Pemeriksaan ini dilakukan secara tidak terduga di berbagai pos pelayanan dan pos patroli yang ada di seluruh Kabupaten Pasuruan, sehingga dapat memberikan gambaran yang akurat mengenai kondisi aktual kedisiplinan internal.
Kasat Sipropam Polres Pasuruan, Kompol Bambang Susilo, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa sebagian besar anggota Polri di Pasuruan telah menjalankan tugas dengan baik dan menjaga kelengkapan perlengkapan dengan benar. Namun, ditemukan juga beberapa poin yang perlu diperbaiki, seperti beberapa kendaraan yang memerlukan perawatan teknis, serta beberapa anggota yang kurang memperhatikan kesesuaian seragam atau kelengkapan dokumen administrasi.
“Kita telah menemukan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian, seperti kendaraan yang belum melakukan servis rutin dan beberapa anggota yang tidak membawa kelengkapan dokumen yang diperlukan. Untuk kasus-kasus seperti ini, kita telah memberikan peringatan tertulis dan menetapkan tenggat waktu untuk perbaikan. Bagi yang tidak melakukan perbaikan sesuai dengan tenggat waktu, akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku,” jelas Kompol Bambang.
Langkah ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan elemen terkait di Kabupaten Pasuruan. Ketua Lembaga Masyarakat Peduli Keamanan (LMPK) Pasuruan, Hadi Santoso, menyatakan bahwa tindakan ini menunjukkan komitmen serius dari Polres Pasuruan untuk menjaga profesionalisme dan kredibilitas institusi kepolisian. “Kita sangat mendukung langkah ini. Ketika anggota kepolisian menjaga kedisiplinan internal, maka pelayanan yang diberikan kepada masyarakat akan semakin baik dan dapat dipercaya,” ujarnya.
Selain itu, pemeriksaan internal ini juga diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan rasa tanggung jawab anggota Polri di Pasuruan dalam menjalankan tugas. Dengan memastikan bahwa semua kendaraan dan perlengkapan dalam kondisi baik, maka efektivitas pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026 juga akan semakin meningkat, sehingga mampu memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.
AKBP Adi Wijaya menambahkan bahwa pemeriksaan internal seperti ini tidak akan menjadi satu-satunya kali dilakukan, melainkan akan menjadi program berkala yang dijadwalkan secara teratur. “Kita akan terus melakukan evaluasi dan pemeriksaan untuk memastikan bahwa kedisiplinan internal tetap terjaga dengan baik. Hanya dengan demikian, kita dapat menjadi institusi kepolisian yang profesional, dapat dipercaya, dan benar-benar menjadi pelayan serta pembela masyarakat,” pungkasnya.
Saat ini, seluruh rekomendasi dan perbaikan dari hasil pemeriksaan sedang dalam proses pelaksanaan oleh masing-masing unit kerja di Polres Pasuruan. Pihak kepolisian juga menyatakan bahwa akan terus mengkomunikasikan pentingnya kedisiplinan internal kepada seluruh anggota, sehingga setiap orang dapat memahami bahwa menjaga standar internal adalah bagian dari tanggung jawab mereka dalam melayani masyarakat Kabupaten Pasuruan.
(red)
