
Tondano, Ibadah Oikumene yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Minahasa pada awal bulan Maret 2026 berlangsung dengan khidmat dan penuh makna di Gedung Wale Ne Tou Tondano, Senin (02/03/2026). Acara yang menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi antarumat beragama ini dipimpin secara langsung oleh Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC, dengan kehadiran yang sangat antusias dari berbagai komponen masyarakat dan pemerintah daerah.
Hadir dalam ibadah tersebut bukan hanya Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., MAP, tetapi juga seluruh jajaran Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang terdiri dari Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa, Kapolres Minahasa, Danramil yang bertugas di wilayah Kabupaten Minahasa, serta para perangkat daerah tingkat kecamatan dan desa yang datang dari berbagai pelosok Kabupaten Minahasa. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh tokoh agama dari berbagai kepercayaan, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari berbagai organisasi kemasyarakatan yang ada di daerah tersebut.
Dalam amanatnya yang penuh makna pada kesempatan tersebut, Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey menegaskan bahwa keberagaman yang ada di Kabupaten Minahasa bukanlah sesuatu yang harus dianggap sebagai perbedaan yang memecah belah, melainkan justru menjadi kekuatan utama yang membangun karakter dan kemajuan daerah. Menurutnya, nilai-nilai toleransi yang telah menjadi budaya masyarakat Minahasa harus terus diwujudkan tidak hanya dalam ucapan, tetapi juga dalam sikap dan perilaku sehari-hari di berbagai ranah kehidupan, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, hingga di ruang publik.
“Kita hidup berdampingan dengan berbagai latar belakang agama, suku, dan budaya yang berbeda-beda. Ini bukanlah halangan, melainkan anugerah yang harus kita jaga dengan sebaik-baiknya. Setiap individu memiliki hak untuk menjalankan keyakinannya, dan kita harus saling menghargai satu sama lain demi terwujudnya keharmonisan yang abadi,” ucap Bupati Robby dengan penuh semangat di depan hadirin yang padat.
Selain menekankan pentingnya kerukunan antarumat beragama, Bupati juga mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat luas untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang momen Idul Fitri yang akan tiba. Ia menyampaikan bahwa periode menjelang hari raya biasanya menjadi waktu di mana mobilitas masyarakat meningkat secara signifikan, sehingga diperlukan kesiapan yang matang dari berbagai pihak untuk menjamin kelancaran perjalanan serta keamanan dan kenyamanan seluruh warga yang akan melakukan mudik atau berkumpul bersama keluarga.
Tidak hanya itu, Bupati juga mengingatkan akan potensi cuaca ekstrem yang sering terjadi pada musim tertentu di wilayah Minahasa. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah antisipasi, termasuk menyiapkan posko siaga di berbagai titik strategis, memastikan kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana, serta melakukan koordinasi erat dengan dinas terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Kesehatan, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa.
“Kita tidak bisa meremehkan potensi cuaca ekstrem yang bisa mengganggu aktivitas masyarakat dan bahkan mengancam keselamatan jiwa dan harta benda. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama meningkatkan kewaspadaan, saling mengingatkan, dan siap siaga untuk menghadapi segala kemungkinan yang terjadi,” jelasnya.
Pada bagian akhir amanatnya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dan kerja sama yang erat antara pemerintah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan seluruh warga daerah. Menurutnya, hanya dengan kerja sama yang solid dan gotong royong yang tulus, Kabupaten Minahasa akan dapat terus berkembang menjadi daerah yang aman, rukun, tangguh, dan sejahtera bagi seluruh lapisan masyarakat.
Uskup Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC, dalam khutbahnya juga menyampaikan pesan yang penuh harapan, mengingatkan akan pentingnya cinta kasih antar sesama manusia serta tanggung jawab bersama dalam membangun kehidupan yang lebih baik. Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Minahasa yang secara rutin menyelenggarakan ibadah oikumene sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keharmonisan antarumat beragama di daerah tersebut.
Setelah proses ibadah selesai, dilakukan sesi silaturahmi yang hangat antara Bupati beserta jajaran pemerintah dengan para tokoh agama dan hadirin lainnya. Banyak pihak yang menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan ibadah oikumene ini, yang dianggap sebagai salah satu upaya konkret dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keragaman yang ada.
(*)
