Gedung SDN Rongtengah 5 Sampang Roboh Total, Ketua Umum KWI Kecam Kelalaian Pemkab dan Dinas Pendidikan

Nasional

SAMPANG, JAWA TIMUR – Dunia pendidikan di Kabupaten Sampang, Madura, kembali terpuruk oleh kabar menyakitkan terkait kondisi infrastruktur sekolah yang menjadi tulang punggung pembangunan sumber daya manusia daerah. Bangunan gedung sekolah dasar negeri (SDN) Rongtengah 5 yang berlokasi di Jalan Merapi Gang 2, Kelurahan Rongtengah, Kecamatan Sampang, dilaporkan telah roboh total pada sekitar pukul 06.30 WIB pada hari Senin pagi (30/03/2026). Insiden tragis ini tidak hanya menjadi bukti nyata akan kerapuhan kondisi material bangunan yang telah berdiri sejak tahun 1987 (selama 39 tahun), melainkan juga mengungkapkan dugaan kelalaian serius dari pihak pemerintah kabupaten dan dinas pendidikan terkait yang diduga minim melakukan pemeliharaan serta tanggapan terhadap peringatan yang telah diberikan berkali-kali.

Kejadian Roboh: Bangunan Tua Tak Tahan Beban, Beruntung Tak Ada Korban

Peristiwa ambruknya seluruh struktur gedung yang terdiri dari 4 ruang kelas, ruang guru, dan bagian kantin sekolah terjadi akibat kerusakan konstruksi yang sudah sangat parah, terutama pada balok penyangga atap dan fondasi yang telah mengalami korosi serta erosi akibat paparan cuaca ekstrem dan genangan air selama bertahun-tahun. Menurut laporan dari kepala sekolah SDN Rongtengah 5, Sri Wahyuni, pihak sekolah telah menyadari kondisi bahaya gedung tersebut sejak bulan Januari 2026, bahkan sudah mengambil langkah antisipatif dengan mengosongkan seluruh ruangan dan memindahkan proses belajar mengajar ke aula sekolah serta beberapa ruangan sementara yang dibangun secara sederhana di halaman sekolah.

“Kami sangat bersyukur karena saat kejadian roboh tidak ada satu pun siswa, guru, atau staf sekolah yang berada di dalam gedung. Sejak dua bulan lalu kami sudah tidak menggunakan gedung tersebut karena tembok mulai melintang, atap mengendap, dan ada retakan yang semakin membesar di berbagai bagian struktur. Kami telah membuat surat resmi kepada Dinas Pendidikan Sampang sebanyak tiga kali dan juga melaporkan langsung ke kantor kecamatan, namun tidak ada tanggapan yang jelas atau tindakan konkret untuk melakukan renovasi atau pembongkaran yang aman,” jelas Sri Wahyuni dengan suara penuh kesedihan saat ditemui di lokasi kejadian.

Para warga sekitar yang menyaksikan kejadian mengaku melihat bagian atap mulai runtuh perlahan sebelum akhirnya seluruh struktur gedung ambruk dalam waktu kurang dari 10 menit. “Kami sedang beraktivitas pagi ketika mendengar suara berdecit dari arah sekolah, lalu melihat atap mulai jatuh perlahan. Kami segera berteriak untuk memperingatkan jika ada orang di sekitar, tapi beruntung tidak ada yang terjebak,” ujar Suyanto, salah satu warga Kelurahan Rongtengah yang tinggal sekitar 50 meter dari sekolah.

Ketua Umum KWI Turun Tangan, Kecam Kelalaian Pejabat

Sebagai respons terhadap kejadian ini, Ketua Umum Komunitas Wartawan Indonesia (KWI), Umar Sidiq, yang juga merupakan alumni SDN Rongtengah 5 angkatan 1995, turun langsung meninjau lokasi kejadian pada hari Senin sore (30/03/2026) dan memberikan pernyataan keras yang menyalahkan kelalaian Pemerintah Kabupaten Sampang dan Dinas Pendidikan setempat.

“Saya sangat prihatin bahkan merasa sakit hati melihat almamater saya yang pernah menjadi tempat saya mengenyam pendidikan selama enam tahun hancur terbengkalai seperti ini. Kejadian ini seharusnya sama sekali tidak perlu terjadi jika pihak pemerintah memiliki kepekaan dan tanggung jawab terhadap fasilitas publik yang menyangkut masa depan anak-anak kita,” tegas Umar dengan nada penuh kemarahan.

Menurut Umar, pihak KWI melalui berbagai media massa yang menjadi anggota komunitas telah berkali-kali mengangkat berita tentang kondisi kritis gedung SDN Rongtengah 5 sejak bulan Februari 2026. Pemberitaan tersebut secara spesifik menyebutkan bahwa gedung sekolah berada dalam kondisi yang sangat berbahaya dan membutuhkan renovasi darurat dengan anggaran yang tidak terlalu besar, sekitar Rp 250 juta untuk pembangunan ulang struktur utama dan perbaikan fasilitas pendukung. Namun, laporan dan peringatan tersebut seolah dianggap tidak ada oleh pihak berwenang.

“Kita tidak hanya mengangkatnya melalui media. Saya sendiri juga telah melakukan komunikasi personal kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Bapak Hadi Priyono, melalui pesan singkat WhatsApp pada tanggal 15 Maret 2026, dengan menyertakan foto-foto kondisi gedung yang sudah sangat memprihatinkan. Sayangnya, hingga hari ini saya belum mendapatkan balasan apapun, apalagi tindakan nyata di lapangan. Pengabaian seperti ini adalah bentuk lemahnya manajemen pendidikan dan rendahnya tingkat responsivitas pejabat publik yang seharusnya menjunjung tinggi kepentingan rakyat,” jelas Umar.

Umar juga menyoroti janji politik yang pernah disampaikan oleh Bupati Sampang pada saat kampanye pemilihan umum tahun 2024, di mana beliau berkomitmen untuk memprioritaskan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur sektor pendidikan serta kesehatan dengan mengalokasikan minimal 20% dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk kedua sektor tersebut. “Ambruknya sekolah yang berlokasi di pusat kota, bahkan tidak jauh dari kantor pemerintahan kecamatan, adalah bentuk nyata pengingkaran janji tersebut. Jika sekolah yang lokasinya sangat terjangkau saja tidak bisa diperhatikan, bagaimana dengan sekolah-sekolah yang berada di wilayah pelosok atau pinggiran Kabupaten Sampang yang mungkin kondisi infrastrukturnya jauh lebih parah?” tandasnya.

Sekolah Pernah Hasilkan Banyak Siswa Berprestasi

Menjadi hal yang lebih menyakitkan, SDN Rongtengah 5 bukanlah sekolah yang dianggap sepele atau kurang berkontribusi bagi pembangunan daerah. Sejak berdiri, sekolah ini telah menghasilkan banyak siswa berprestasi yang kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan berkarier dengan sukses di berbagai bidang, baik di dalam maupun luar negeri.

“Sekolah ini telah menciptakan berbagai produk karya siswa yang meraih penghargaan tingkat provinsi bahkan nasional. Contohnya, pada tahun 2025 lalu, tim siswa kami meraih juara kedua dalam lomba inovasi teknologi pendidikan tingkat Jawa Timur dengan produk alat bantu belajar matematika berbasis sensor cerdas. Banyak juga alumni kami yang kini menjadi dokter, guru, pengusaha, dan bahkan pejabat pemerintah. Namun, ironisnya, sekolah yang telah memberikan kontribusi besar ini tidak mendapatkan perhatian yang layak dari pihak yang seharusnya menjaganya,” jelas Sri Wahyuni, kepala sekolah yang telah mengabdi di SDN Rongtengah 5 selama 12 tahun.

Para alumni sekolah yang kini sudah berkiprah di berbagai daerah juga turut menyampaikan keprihatinannya melalui media sosial. Banyak di antaranya yang mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan dan mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan.

Desakan Langkah Cepat dan Pengawasan Ketat terhadap Anggaran Pendidikan

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum KWI mendesak agar Pemerintah Kabupaten Sampang segera mengambil langkah konkret dan cepat untuk membangun kembali gedung SDN Rongtengah 5 yang roboh tersebut. Menurutnya, fokus utama saat ini adalah memastikan proses belajar mengajar tidak terganggu dalam waktu lama dan memberikan jaminan keamanan yang penuh bagi seluruh siswa, guru, dan warga sekolah agar mereka tidak lagi hidup dalam rasa takut akan kemungkinan kejadian serupa.

“Kami menuntut agar pemerintah kabupaten segera mengalokasikan anggaran darurat untuk pembangunan gedung baru yang memenuhi standar keamanan dan kenyamanan belajar. Selain itu, kami juga mendesak agar dilakukan investigasi mendalam untuk mengetahui penyebab kelalaian ini dan memberikan sanksi yang sesuai kepada pihak yang bertanggung jawab. Tidak boleh ada lagi kasus seperti ini yang terjadi di Kabupaten Sampang atau daerah lain di Indonesia,” tegas Umar.

Selain itu, Komunitas Wartawan Indonesia juga berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini secara menyeluruh hingga ada realisasi perbaikan yang nyata dari pemerintah. Umar menjelaskan bahwa pengawasan akan dilakukan tidak hanya terhadap proses pembangunan gedung baru, tetapi juga terhadap penggunaan anggaran pendidikan secara keseluruhan di Kabupaten Sampang, untuk memastikan bahwa anggaran tersebut dialokasikan secara tepat guna dan tidak terbuang sia-sia atau mengalami penyelewengan.

“Kami akan melakukan pemantauan berkala terhadap perkembangan pembangunan gedung sekolah ini dan juga mengevaluasi penggunaan anggaran pendidikan di Kabupaten Sampang. Tujuan kami adalah memastikan bahwa tidak ada lagi anak-anak di Sampang, atau di mana pun di Indonesia, yang harus bertaruh nyawa mereka hanya untuk mendapatkan hak pendidikan yang seharusnya diberikan oleh negara dalam gedung yang layak dan aman,” pungkas Umar dalam penutupan pernyataannya.

Hingga hari ini (Selasa, 31/03/2026), pihak Pemerintah Kabupaten Sampang dan Dinas Pendidikan belum memberikan tanggapan resmi terkait kejadian robohnya gedung SDN Rongtengah 5 dan desakan yang disampaikan oleh Ketua Umum KWI. Tim wartawan akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat.

(Husairi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!