
BANGKALAN, MADURA – Momen bersejarah telah terjadi di Pulau Madura, tepatnya di Gedung Raih Ebuh Kabupaten Bangkalan, Rabu (tanggal pelaksanaan) – tiga organisasi masyarakat (ormas) besar di Pulau Madura melakukan deklarasi bersama sekaligus meluncurkan Badan Musyawarah Madura (BAMUS) dalam rangka kegiatan halal bi halal yang dihadiri langsung oleh jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspika) Jawa Timur dan seluruh bupati dari empat kabupaten se-Pulau Madura. Acara yang diisi dengan rangkaian kegiatan silaturahmi dan pembentukan wadah koordinasi ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antar masyarakat Madura serta menyatukan langkah dalam mendukung pembangunan dan kemajuan wilayah Pulau Madura di bawah naungan Provinsi Jawa Timur.
Tiga ormas Madura yang terlibat dalam deklarasi bersama ini adalah [Nama Ormas Pertama], [Nama Ormas Kedua], dan [Nama Ormas Ketiga] – yang semuanya memiliki akar yang kuat di masyarakat Madura dan telah lama berkontribusi dalam pembangunan sosial, budaya, serta pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah di Pulau Madura. Melalui deklarasi yang disusun secara matang dan telah mendapatkan dukungan dari seluruh elemen pengurus masing-masing ormas, ketiga organisasi ini sepakat untuk menyatukan langkah dan sumber daya guna membentuk wadah koordinasi yang lebih terstruktur, yaitu Badan Musyawarah Madura (BAMUS).
Ketua Umum [Nama Ormas Pertama], yang juga diangkat menjadi Ketua Pelaksana Deklarasi Bersama, menyampaikan bahwa lahirnya BAMUS adalah wujud dari keinginan bersama seluruh elemen masyarakat Madura untuk memiliki wadah yang dapat menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah daerah maupun provinsi. Menurutnya, Pulau Madura memiliki potensi besar dalam berbagai sektor, namun untuk mewujudkan potensi tersebut diperlukan sinergi yang kuat antar semua pihak.
“Kita sebagai masyarakat Madura memiliki identitas dan budaya yang kuat, serta potensi yang melimpah di berbagai bidang mulai dari pertanian, perikanan, pariwisata, hingga sektor ekonomi kreatif. Namun, untuk mengoptimalkan semua potensi itu, kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Melalui deklarasi bersama tiga ormas besar ini dan peluncuran BAMUS, kami ingin menyatukan suara dan langkah seluruh masyarakat Madura untuk mendukung pembangunan yang merata dan berkelanjutan,” ujar Ketua Umum [Nama Ormas Pertama] dalam sambutan pembukaan acara.
Acara yang diadakan dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan ini juga diisi dengan kegiatan halal bi halal yang menghadirkan lebih dari 1.500 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pengurus ormas, tokoh masyarakat, ulama, hingga perwakilan dari kalangan muda Madura. Hadir sebagai tamu kehormatan adalah jajaran Muspika Jawa Timur yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur beserta Wakil Gubernur, serta seluruh bupati dari empat kabupaten di Pulau Madura, yaitu Bupati Bangkalan, Bupati Sampang, Bupati Pamekasan, dan Bupati Sumenep.
Gubernur Jawa Timur dalam sambutannya menyambut baik lahirnya BAMUS dan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap langkah deklarasi bersama tiga ormas Madura tersebut. Menurutnya, keberadaan wadah seperti BAMUS sangat penting untuk memperkuat koordinasi dan sinkronisasi program pembangunan antara pemerintah dengan masyarakat, khususnya di wilayah Pulau Madura yang memiliki karakteristik dan kebutuhan yang spesifik.
“Pulau Madura adalah bagian tak terpisahkan dari Provinsi Jawa Timur, dan kemajuan Madura akan berdampak langsung pada kemajuan Jawa Timur secara keseluruhan. Kami sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh tiga ormas besar ini dalam membentuk BAMUS. Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap untuk bekerja sama dengan BAMUS dalam berbagai program pembangunan, mulai dari pengembangan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan masyarakat, hingga pelestarian budaya dan identitas Madura,” jelas Gubernur Jawa Timur.
Selanjutnya, Ketua Umum [Nama Ormas Kedua] yang juga diangkat menjadi Sekretaris Umum BAMUS periode awal menjelaskan struktur organisasi dan program kerja awal yang akan dijalankan oleh BAMUS. Menurutnya, BAMUS akan berperan sebagai forum komunikasi, koordinasi, dan advokasi yang akan fokus pada beberapa bidang utama, antara lain:
1. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat: Mengembangkan program-program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat Madura, khususnya untuk kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan memanfaatkan potensi lokal seperti hasil perikanan, pertanian, dan produk kerajinan tangan khas Madura
2. Pengembangan Pariwisata: Mengadvokasi dan mendukung pengembangan pariwisata di Pulau Madura dengan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan budaya, serta meningkatkan kualitas pelayanan bagi wisatawan
3. Pendidikan dan Pelatihan: Menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan bagi pemuda Madura untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan mereka, sehingga dapat bersaing di pasar kerja maupun membuka lapangan pekerjaan sendiri
4. Pelestarian Budaya dan Bahasa Madura: Melakukan berbagai kegiatan untuk melestarikan budaya tradisional dan bahasa daerah Madura, yang merupakan identitas penting bagi masyarakat Madura
5. Pengembangan Infrastruktur dan Lingkungan Hidup: Berperan sebagai mitra pemerintah dalam mengawasi dan memberikan masukan terkait pengembangan infrastruktur serta upaya pelestarian lingkungan hidup di Pulau Madura
“Kami telah menyusun rencana kerja yang jelas dan terukur untuk periode awal ini. BAMUS tidak akan hanya menjadi wadah diskusi, namun juga akan langsung terlibat dalam pelaksanaan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat Madura. Kami berkomitmen untuk bekerja secara transparan dan akuntabel, serta selalu menjunjung tinggi kepentingan bersama masyarakat Madura,” ujar Ketua Umum [Nama Ormas Kedua].
Bupati Bangkalan sebagai tuan rumah acara menyampaikan bahwa kedatangan Muspika Jawa Timur dan seluruh bupati se-Pulau Madura dalam acara ini menunjukkan bahwa pemerintah sangat memperhatikan perkembangan dan aspirasi masyarakat Madura. Menurutnya, deklarasi bersama dan peluncuran BAMUS menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan organisasi masyarakat dalam rangka membangun Madura yang lebih baik.
“Kami sebagai pemerintah daerah sangat mendukung keberadaan BAMUS. Kami melihat bahwa organisasi masyarakat memiliki peran yang sangat penting dalam membangun masyarakat dari bawah ke atas. Melalui kerja sama yang erat antara pemerintah dan BAMUS, kami yakin bahwa berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat Madura dapat diselesaikan dengan lebih efektif dan efisien,” ucap Bupati Bangkalan.
Acara juga diisi dengan penandatanganan piagam deklarasi bersama oleh pengurus ketiga ormas Madura, yang disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur dan seluruh bupati se-Pulau Madura. Setelah itu, dilakukan peluncuran resmi BAMUS dengan menyerahkan piagam pendirian dan logo organisasi kepada pengurus BAMUS periode pertama.
Dalam sesi diskusi yang diadakan setelah acara peluncuran, berbagai usulan dan masukan disampaikan oleh perwakilan masyarakat dan tokoh Madura terkait dengan program-program yang akan dijalankan oleh BAMUS. Beberapa usulan yang muncul antara lain adalah perlunya program khusus untuk mengatasi masalah pengangguran di kalangan pemuda Madura, pengembangan infrastruktur pelabuhan dan jalur transportasi antar pulau, serta program pendukung bagi petani dan nelayan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan mereka.
Ketua Umum [Nama Ormas Ketiga] yang menjabat sebagai Bendahara Umum BAMUS menyampaikan bahwa semua masukan dan usulan yang disampaikan akan menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun program kerja lebih lanjut. Menurutnya, BAMUS akan selalu menjadi wadah yang terbuka bagi seluruh masyarakat Madura untuk menyampaikan aspirasi dan ide-ide positif dalam rangka kemajuan bersama.
“BAMUS adalah milik seluruh masyarakat Madura, oleh karena itu kami akan selalu mendengarkan suara dan masukan dari semua kalangan. Kami berjanji akan bekerja keras untuk menjawab harapan masyarakat dan menjadi wadah yang dapat membawa perubahan positif bagi Pulau Madura,” tegas Ketua Umum [Nama Ormas Ketiga].
Pada akhir acara, seluruh peserta bersama-sama melakukan doa bersama yang dipimpin oleh seorang ulama besar dari Madura, memohon kelancaran dan keberhasilan bagi BAMUS serta semoga Pulau Madura dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa Indonesia. Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan silaturahmi yang mempererat hubungan antara seluruh peserta hadir.
Keberadaan BAMUS diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam sejarah perkembangan masyarakat Madura, yang tidak hanya mampu menyatukan aspirasi masyarakat namun juga dapat menjadi mitra yang handal bagi pemerintah dalam menjalankan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Dengan semangat persatuan dan kerja sama yang kuat, seluruh elemen masyarakat Madura siap untuk menghadapi tantangan masa depan dan mewujudkan Pulau Madura yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat.
(red)
