
JAKARTA, 24 MARET 2026 – Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas Polri) resmi mengakhiri penerapan sistem one way nasional yang telah berjalan dalam rangka mengatur arus mudik Lebaran 2026. Keputusan ini diambil setelah kondisi lalu lintas di seluruh jalur utama perjalanan dinilai telah landai dan terkendali, dengan evaluasi bersama serta tahapan sosialisasi dan sterilisasi jalur yang dilakukan dari Command Center KM 29 Tol Jakarta–Cikampek.
Kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa proses evaluasi yang dilakukan bersama jajaran Korlantas Polri, pemerintah daerah, serta pihak terkait menunjukkan bahwa arus kendaraan mudik telah memasuki tahap akhir dan tidak lagi membutuhkan rekayasa lalu lintas skala nasional. “Kami telah melakukan pemantauan secara intensif terhadap kondisi lalu lintas di seluruh jalur utama Trans Jawa dan wilayah lainnya. Setelah memastikan bahwa aliran kendaraan telah landai dan terkendali dengan baik, kami mengambil keputusan untuk mengakhiri penerapan sistem one way nasional,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar di Command Center KM 29 Tol Jakarta–Cikampek.
Sebelum menghentikan sistem one way, Korlantas Polri telah melakukan tahapan sosialisasi secara menyeluruh kepada masyarakat melalui berbagai kanal komunikasi, serta sterilisasi jalur untuk memastikan bahwa peralihan ke sistem lalu lintas normal berjalan dengan lancar dan aman. Dengan dihentikannya rekayasa lalu lintas ini, arus kendaraan kini dapat kembali beroperasi normal di kedua arah, baik untuk kendaraan yang menuju Jakarta maupun yang bergerak ke wilayah Trans Jawa dan daerah tujuan lainnya.
Setelah mengakhiri pengaturan arus mudik, fokus Korlantas Polri dan seluruh jajaran lalu lintas di seluruh Indonesia akan berpindah ke pengamanan rangkaian perayaan Idul Fitri 1447 H. Beberapa kegiatan yang akan menjadi prioritas pengamanan meliputi malam takbiran, pelaksanaan Salat Id di berbagai masjid dan lapangan umum, serta pengamanan lokasi wisata yang akan dikunjungi masyarakat selama liburan hari raya.
“Kami akan memastikan bahwa seluruh rangkaian perayaan hari raya berjalan dengan aman dan lancar. Personel telah siap ditempatkan di berbagai titik strategis untuk menjaga ketertiban lalu lintas, menangani kemungkinan kondisi darurat, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tambah Irjen Pol. Agus Suryonugroho.
Selain itu, Korlantas Polri juga telah mulai melakukan persiapan menyeluruh untuk mengatur arus balik mudik yang akan terjadi beberapa hari setelah Idul Fitri. Persiapan ini meliputi penyusunan strategi pengaturan lalu lintas yang adaptif, termasuk kemungkinan penerapan rekayasa lalu lintas sesuai kondisi di lapangan dan pemanfaatan tol fungsional untuk mengalihkan arus kendaraan dan mengurangi kemacetan.
Tim ahli Korlantas Polri sedang melakukan analisis terhadap data arus lalu lintas tahun-tahun sebelumnya serta pemantauan kondisi infrastruktur jalan untuk menyusun skenario terbaik yang dapat diterapkan. Selain itu, juga dilakukan koordinasi dengan pihak pengelola jalan tol, pemerintah daerah, dan elemen masyarakat untuk memastikan bahwa semua pihak siap mendukung kelancaran arus balik.
Dalam kesempatan tersebut, Korlantas Polri kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan program “MudikAmanNyaman” bagi seluruh masyarakat Indonesia. “Kami berusaha untuk memastikan bahwa setiap perjalanan masyarakat selama musim mudik dan lebaran berjalan dengan aman dan nyaman, sehingga momen hari raya dapat menjadi lebih bermakna untuk semua orang,” pungkas Kakorlantas Polri.
Masyarakat yang membutuhkan informasi terkait kondisi lalu lintas atau bantuan selama perayaan Idul Fitri dan arus balik dapat menghubungi layanan Korlantas Polri melalui kanal resmi atau menghubungi pos lalu lintas yang tersebar di seluruh jalur perjalanan.
(*)
