PULUHAN EMAK-EMAK KECAMATAN PEBAYURAN BEKASI GELAR AKSI PROTES – MENU PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS DINILAI TIDAK SESUAI HARAPAN, PERLU EVALUASI DAN PERBAIKAN, Oleh: Tim Liputan Redaksi

Nasional

Bekasi, Jawa Barat – Puluhan emak-emak dari berbagai desa di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, menggelar aksi protes yang damai di halaman Taman Pelangi pada Selasa (10/3/2026). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk aspirasi mereka sebagai orang tua yang menginginkan peningkatan kualitas makanan bagi anak-anak mereka yang menerima bantuan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.

Dalam aksi yang diikuti oleh sekitar 50 orang peserta, para emak-emak membawa spanduk bertuliskan permintaan agar pihak terkait memperhatikan kualitas program MBG yang telah berjalan selama beberapa waktu. Mereka menyampaikan bahwa meskipun program ini dirancang dengan tujuan yang sangat baik untuk meningkatkan status gizi anak sekolah, pelaksanaannya saat ini belum sesuai dengan harapan masyarakat.

“Saya sebagai orang tua merasa prihatin karena melihat makanan yang diberikan ke sekolah anak saya terkadang terlihat kurang segar, bahkan menu yang disajikan cenderung monoton dan tidak terlihat memiliki kandungan gizi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan anak-anak,” ujar Sri Wahyuni (42), salah satu koordinator peserta aksi, saat memberikan sambutan.

Para peserta aksi menyoroti beberapa poin utama yang menjadi keluhan mereka. Pertama, terkait kualitas dan kebersihan makanan yang disalurkan. Beberapa orang tua mengaku pernah melihat makanan yang diberikan memiliki tampilan yang kurang menarik dan bahkan ada yang mengklaim menemukan kotoran kecil pada bagian makanan yang dibawa pulang anak mereka. Kedua, mengenai variasi dan kandungan gizinya – menu yang diberikan seringkali hanya terdiri dari nasi dengan lauk sederhana seperti tempe atau tahu tanpa tambahan sayuran atau protein hewani yang cukup, sehingga dianggap tidak mampu memenuhi kebutuhan gizi harian anak sekolah.

“Kita tahu program MBG ini sangat penting, terutama untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu yang mungkin tidak mendapatkan makanan bergizi di rumah. Namun jika pelaksanaannya tidak diperhatikan, maka tujuan utama program ini tidak akan tercapai. Anak-anak tetap akan kekurangan gizi dan itu akan berdampak pada prestasi belajar serta kesehatan mereka di masa depan,” tambah Nurhayati (38), salah satu peserta aksi.

Dalam aksi tersebut, para emak-emak juga menyerahkan surat aspirasi resmi kepada perwakilan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Pebayuran yang hadir di lokasi. Dalam surat tersebut, mereka meminta agar pihak SPPG segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penyaluran dan penyusunan menu program MBG. Beberapa permintaan konkret yang diajukan antara lain:

1. Penyusunan menu yang bervariasi dan sesuai dengan standar gizi untuk anak sekolah, dengan memperhatikan keseimbangan karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin, dan mineral.
2. Pemeriksaan berkala terhadap kebersihan tempat pembuatan makanan serta keamanan bahan baku yang digunakan.
3. Transparansi dalam proses pemilihan penyedia makanan serta pengawasan yang ketat terhadap pelaksanaan penyaluran.
4. Pembentukan forum komunikasi antara pihak sekolah, SPPG, dan orang tua siswa untuk memantau perkembangan program secara berkala.

Perwakilan SPPG Kecamatan Pebayuran, Ahmad Fauzi, yang menerima surat aspirasi tersebut menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti keluhan yang diajukan oleh para emak-emak. “Kami sangat menghargai aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat. Program MBG memang bertujuan untuk kesejahteraan anak-anak kita, jadi setiap keluhan akan kita teliti secara seksama. Kami akan melakukan evaluasi dalam waktu dekat dan akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan serta dinas pendidikan Kabupaten Bekasi untuk melakukan perbaikan pada bagian yang dianggap kurang optimal,” ujar Fauzi.

Selain itu, para emak-emak juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap pelaksanaan program MBG. Mereka menilai bahwa dengan pengawasan yang ketat dan dukungan yang memadai, program ini dapat benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi kesehatan dan perkembangan anak sekolah di Kecamatan Pebayuran.

Aksi protes yang berlangsung selama sekitar satu jam tersebut berjalan dengan damai dan tertib. Para peserta aksi menyampaikan bahwa mereka akan terus memantau perkembangan penanganan kasus ini dan siap untuk melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait demi kesejahteraan anak-anak mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!