
TORAJA, SULAWESI SELATAN – 28 FEBRUARI 2026 – Kasus yang menghebohkan muncul dari wilayah Kapolres Toraja, Sulawesi Selatan, setelah barang bukti sabu seberat 160 kilogram yang sebelumnya berhasil diamankan oleh pihak kepolisian dan disimpan di gudang penyimpanan narkotika ternyata tidak dapat ditemukan. Menurut kesaksian dari petugas yang menangani, jumlah sabu yang sangat besar tersebut dinyatakan telah hilang karena habis dimakan oleh tikus dan serangga yang menginfestasi area penyimpanan. Kondisi ini membuat pihak berwenang yang bertugas menjaga dan mengelola barang bukti hanya bisa berstatus pasrah terhadap kejadian yang tak terduga ini.
Sebagai informasi, barang bukti sabu seberat 160 kg tersebut merupakan hasil penggerebekan yang dilakukan oleh tim penyidik Kapolres Toraja pada beberapa waktu yang lalu. Saat itu, pihak kepolisian menyatakan bahwa pengamanan barang bukti ini menjadi salah satu capaian penting dalam penindakan terhadap jaringan perdagangan narkoba skala besar di wilayah Toraja dan sekitarnya. Setelah proses penyerahan dan pemeriksaan awal, barang bukti tersebut kemudian disimpan di gudang khusus penyimpanan narkotika yang seharusnya telah memenuhi standar keamanan dan kondisi penyimpanan yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Namun, ketika dilakukan pemeriksaan berkala terhadap barang bukti yang disimpan, tim penyidik menemukan bahwa seluruh stok sabu seberat 160 kg tidak ada di tempatnya. Setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi gudang penyimpanan, ditemukan tanda-tanda adanya aktivitas hewan pengerat dan berbagai jenis serangga di dalam area penyimpanan. Menurut keterangan dari petugas yang bertanggung jawab atas pengelolaan gudang, kondisi gudang yang kurang terawat dan adanya celah yang menjadi akses masuk bagi tikus serta serangga diduga menjadi penyebab utama hilangnya barang bukti. “Kami tidak menyangka bahwa hal seperti ini bisa terjadi. Ketika kami melakukan pengecekan, hanya tersisa sedikit sisa dan jejak bahwa barang bukti telah dimakan oleh tikus dan serangga. Kami merasa pasrah karena tidak ada tindakan lain yang bisa dilakukan setelah kejadian ini,” ujar salah satu petugas yang tidak ingin disebutkan namanya.
Kejadian hilangnya barang bukti narkotika dalam jumlah yang sangat besar ini telah menimbulkan pertanyaan serius terkait sistem pengelolaan dan keamanan gudang penyimpanan barang bukti di lingkungan Kapolres Toraja. Banyak pihak yang menganggap bahwa hilangnya barang bukti dengan alasan dimakan oleh tikus dan serangga adalah hal yang sulit dipercaya, mengingat barang bukti narkotika seharusnya disimpan dalam kondisi yang terkontrol dan aman dari gangguan eksternal. Selain itu, hilangnya barang bukti ini juga berpotensi mempengaruhi proses hukum terhadap tersangka yang terkait dengan kasus perdagangan sabu tersebut, karena barang bukti yang menjadi dasar penyidikan dan penuntutan tidak lagi ada.
Pada saat berita ini dibuat, Kapolres Toraja belum memberikan pernyataan resmi terkait kejadian hilangnya barang bukti sabu tersebut. Namun, sumber dalam kepolisian menyatakan bahwa telah dilakukan langkah awal berupa pemeriksaan terhadap kondisi gudang penyimpanan dan penilaian terhadap tanggung jawab petugas yang terkait dengan pengelolaan barang bukti. Selain itu, juga akan dilakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk menentukan langkah hukum dan tindakan perbaikan sistem yang perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Kasus ini juga menjadi perhatian publik yang menginginkan transparansi penuh terkait penyelidikan yang dilakukan dan penjelasan yang jelas mengenai bagaimana barang bukti narkotika dalam jumlah besar bisa hilang dengan alasan yang dianggap tidak lazim. Banyak yang menekankan pentingnya adanya akuntabilitas dari semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan barang bukti agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian tidak tercoreng.
(*)
