
JAKARTA – Menegaskan bahwa citra Korps Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tetap baik di hati masyarakat, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan perintah penting untuk seluruh anggota Polri melakukan tes urine secara menyeluruh. Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk komitmen kuat menjaga integritas dan profesionalisme aparat penegak hukum, sebagai tindak lanjut dari kasus yang melibatkan AKBP Didik Kuncoro, Kapolres Bima yang menjadi sorotan publik.
Dalam keterangan yang disampaikan usai acara resmi beberapa waktu lalu, Kapolri menyampaikan bahwa meskipun terjadi kasus yang menjadi perhatian masyarakat, citra Polri yang selama ini dibangun melalui kerja keras dan dedikasi jutaan anggota tetap terjaga dan dipercaya oleh rakyat. “Polisi tetap baik di hati rakyat, dan kami akan melakukan segala upaya untuk mempertahankan kepercayaan tersebut. Tidak satu pun kasus yang akan kami biarkan merusak nama baik institusi yang telah berdiri dengan penuh pengorbanan,” tegas Kapolri Listyo Sigit.
Kasus AKBP Didik Kuncoro menjadi pemicu penting bagi penerapan kebijakan tes urine secara masif. Meskipun detail lengkap mengenai kasus tersebut belum diumumkan secara menyeluruh, Kapolri menegaskan bahwa setiap anggota Polri tanpa terkecuali akan menjalani pemeriksaan urine untuk memastikan tidak ada penggunaan zat terlarang yang terjadi di lingkungan institusi. Langkah ini juga bertujuan untuk memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa Polri memiliki mekanisme pengawasan yang ketat terhadap kualitas sumber daya manusianya.
Tes urine yang akan dilakukan akan meliputi seluruh tingkatan anggota Polri, mulai dari perwira hingga bintara dan tamtama, di seluruh wilayah kerja Polri di Indonesia. Proses pemeriksaan akan dilakukan secara terjadwal dan terkadang mendadak untuk memastikan hasil yang akurat dan objektivitas yang tinggi. Petugas kesehatan Polri serta pihak terkait akan dilibatkan untuk menjalankan tugas ini dengan standar yang telah ditetapkan.
Selain tes urine, Kapolri juga mengungkapkan bahwa akan diperkuat pula berbagai program pembinaan dan pengawasan integritas, termasuk penyuluhan mengenai bahaya zat terlarang, pembinaan mental spiritual, serta penegakan disiplin yang lebih ketat. Langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya mencegah terjadinya pelanggaran, tetapi juga meningkatkan kualitas kerja serta dedikasi anggota Polri dalam melayani masyarakat.
Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri yang turut menyampaikan keterangan menjelaskan bahwa setiap kasus yang ditemukan akan ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan yang berlaku tanpa pandang bulu. “Kami akan memastikan bahwa proses hukum berjalan dengan adil dan transparan. Bagi anggota yang terbukti melanggar peraturan, akan diberikan sanksi yang sesuai, sedangkan bagi yang terbukti bersih akan tetap mendapatkan perlindungan dan dukungan untuk menjalankan tugasnya,” ujarnya.
Masyarakat pun memberikan respon positif terhadap langkah yang diambil oleh Kapolri. Beberapa tokoh masyarakat menyampaikan bahwa perintah tes urine seluruh anggota merupakan bentuk komitmen yang nyata untuk menjaga kepercayaan publik. Mereka berharap bahwa langkah ini akan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan profesionalisme Polri serta memperkuat hubungan sinergis antara aparat penegak hukum dan masyarakat.
Kapolri Listyo Sigit menegaskan bahwa upaya menjaga nama baik Polri akan terus dilakukan dengan berbagai langkah konkrit. “Kami berkomitmen untuk menjadi institusi yang profesional, bersih, dan dapat dipercaya. Polisi tetap baik di hati rakyat, dan kami akan bekerja keras untuk memastikan hal ini tetap terjaga sepanjang masa, demi keamanan dan kesejahteraan bangsa serta negara,” pungkasnya.
(red)
