Ciko Erlando dari Kelurahan Jatiarjo Kecamatan Prigen Dapat Bantuan Sunatan Gratis di Desa Tonggowa, Program Khusus Bagi Anak Tidak Mampu Usia 10 Tahun

Nasional

Pasuruan, 25 Februari 2026 – Ciko Erlando (10 tahun), seorang anak dari keluarga tidak mampu yang tinggal di Kelurahan Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, menjadi salah satu peserta yang mendapatkan manfaat dari program sunatan massal gratis yang digelar di Desa Tonggowa pada hari ini. Kegiatan yang diinisiasi oleh pemerintah desa bersama beberapa pihak swasta dan relawan kesehatan bertujuan untuk memberikan akses layanan kesehatan dasar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di wilayah sekitar.

Ciko Erlando adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Ayahnya bekerja sebagai pekerja harian lepas yang pendapatannya tidak tetap, sementara ibunya mengurus rumah tangga dan terkadang membantu pekerjaan jahit tangan untuk menambah penghasilan keluarga. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat orang tua Ciko kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, apalagi untuk mengeluarkan biaya sunatan yang biasanya berkisar antara beberapa ratus ribu hingga jutaan rupiah tergantung pada fasilitas yang digunakan.

Ketika mengetahui adanya program sunatan gratis di Desa Tonggowa, yang hanya berjarak sekitar 5 kilometer dari tempat tinggal mereka, orang tua Ciko segera mendaftarkan nama anaknya. Kepala Desa Tonggowa, Supriyanto, menyampaikan bahwa program ini dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan masyarakat kurang mampu yang seringkali menunda atau bahkan tidak dapat melakukan sunatan bagi anak-anak laki-laki mereka karena faktor biaya.

“Sunatan bukan hanya bagian dari tradisi dan ajaran agama bagi umat Islam, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang penting, seperti mengurangi risiko penyakit tertentu di kemudian hari. Oleh karena itu, kami merasa perlu untuk menyelenggarakan program ini secara berkala agar tidak ada anak-anak dari keluarga kurang mampu yang terlewatkan layanan ini,” ujar Supriyanto dalam sambutannya pada awal acara.

Acara yang berlangsung di Balai Desa Tonggowa mulai dari pukul 08.00 WIB hingga sore hari ini melibatkan tiga dokter spesialis bedah dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasuruan dan beberapa perawat yang bersedia memberikan jasa secara sukarela. Sebelum dilakukan prosedur sunatan, setiap peserta termasuk Ciko Erlando menjalani pemeriksaan kesehatan awal untuk memastikan kondisi tubuh mereka layak menerima tindakan medis.

Saat ditemui setelah menjalani prosedur, Ciko yang tampak dalam kondisi baik menyampaikan rasa terima kasihnya. “Saya senang bisa ikut acara ini. Terima kasih kepada semua yang telah membantu, sehingga saya tidak perlu membuat orang tua saya kesusahan mencari uang untuk biaya sunatan,” ujar Ciko dengan suara lembut, didampingi oleh ibunya yang juga mengucapkan terima kasih.

Kepala Bidang Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, dr. Lina Wijayanti, yang juga hadir dalam acara tersebut menjelaskan bahwa program sunatan massal seperti ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan cakupan layanan kesehatan dasar di masyarakat. “Kami sangat mendukung inisiatif dari Desa Tonggowa ini. Kami berharap program serupa dapat dilakukan di desa-desa lain di Kabupaten Pasuruan sehingga lebih banyak anak-anak kurang mampu yang dapat mendapatkan layanan sunatan dengan aman dan terjangkau,” jelas dr. Lina.

Selain sunatan, para peserta dan keluarga mereka juga mendapatkan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi dan kebersihan pribadi yang diberikan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Prigen. Beberapa sponsor lokal juga memberikan bantuan berupa paket sembako dan perlengkapan dasar bagi peserta yang berasal dari keluarga tidak mampu, termasuk keluarga Ciko Erlando.

Ketua Komite Penyelenggara Acara, Hadi Susanto, menyampaikan bahwa pendaftaran peserta untuk program ini dibuka selama satu minggu dan mendapatkan antusiasme yang tinggi dari masyarakat. “Kami menerima lebih dari 50 pendaftaran peserta dari berbagai desa di sekitar Kecamatan Prigen, dan Ciko adalah salah satu dari mereka yang memenuhi syarat sebagai anak dari keluarga tidak mampu. Semua peserta telah menjalani prosedur sunatan dengan lancar dan dalam kondisi yang aman,” katanya.

Orang tua Ciko Erlando, Sutrisno dan Siti Maryam, mengungkapkan rasa lega dan kebahagiaan mereka. “Kami sangat berterima kasih atas program ini. Sebelumnya kami khawatir tidak mampu untuk menyunatkan Ciko, tetapi dengan adanya bantuan ini, semua masalah kami teratasi. Semoga program ini terus berlanjut dan dapat membantu banyak keluarga lain seperti kami,” ucap Sutrisno dengan mata berkaca-kaca.

Rencananya, pemerintah desa Tonggowa akan menyelenggarakan program sunatan gratis yang sama setiap tahunnya, dengan target untuk membantu lebih banyak anak-anak kurang mampu dari wilayah sekitar. Selain itu, pihak desa juga berencana untuk mengembangkan program bantuan kesehatan lainnya, seperti pemeriksaan kesehatan umum dan vaksinasi bagi masyarakat kurang mampu.

“Kami berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa kami dan sekitarnya. Program sunatan gratis ini adalah salah satu bentuk bukti bahwa kami peduli dengan kesejahteraan setiap anggota masyarakat, terutama mereka yang berada di bawah garis kemiskinan,” pungkas Kepala Desa Supriyanto saat menutup acara.

Setelah acara berakhir, Ciko Erlando dan orang tuanya pulang dengan membawa paket sembako dan obat-obatan yang diberikan sebagai bagian dari bantuan program, serta petunjuk perawatan pasca-sunatan yang harus dilakukan selama beberapa hari ke depan. Semoga dengan mendapatkan layanan ini, Ciko dapat tumbuh dengan sehat dan menjadi generasi yang produktif di masa depan.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!