
Surabaya, 16 Februari 2026 – Suasana kemeriahan dan harapan baru menyelimuti berbagai penjuru, khususnya bagi masyarakat Tionghoa di Indonesia, seiring dengan datangnya perayaan Tahun Baru Imlek 2577 yang jatuh pada tanggal 17 Februari 2026. Dengan nuansa merah menyala dan simbol-simbol keberuntungan, perayaan ini menjadi momentum penting untuk introspeksi, berkumpul bersama keluarga, serta memanjatkan doa untuk tahun yang lebih baik.
Gambar ilustrasi yang beredar luas, menampilkan seekor kuda yang berapi-api dengan warna merah dan oranye yang dominan, seolah menggambarkan semangat dan kekuatan yang membara. Kuda dalam tradisi Tionghoa melambangkan kecepatan, kekuatan, ketekunan, dan keberanian. Sementara elemen api sering dikaitkan dengan gairah, keberuntungan, dan semangat yang tak padam. Kombinasi “Kuda Api” ini, meskipun mungkin bukan secara harfiah merupakan shio tahun ini, namun sangat pas menggambarkan harapan akan energi positif dan pencapaian yang gemilang di tahun yang baru.
Perayaan Imlek atau Tahun Baru Cina, adalah festival terpenting dalam kebudayaan Tionghoa. Ini adalah waktu bagi keluarga untuk berkumpul untuk makan malam reuni tahunan. Mereka juga membersihkan rumah secara menyeluruh untuk menyapu nasib buruk dan membuka jalan bagi keberuntungan. Dekorasi merah, petasan, angpao, dan hidangan khas Imlek seperti kue keranjang, ikan bandeng, dan jeruk mandarin menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan ini, masing-masing dengan makna simbolisnya sendiri.
Tahun Baru Imlek 2577 ini diharapkan menjadi titik balik bagi banyak individu dan juga bangsa. Setelah berbagai tantangan yang dihadapi di tahun-tahun sebelumnya, semangat “Kuda Api” diharapkan mampu mendorong setiap individu untuk bekerja lebih keras, berinovasi, dan tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita. Energi yang membara ini juga relevan dengan upaya pemulihan dan percepatan pembangunan di berbagai sektor.
Ucapan “Gong Xi Fa Cai,” yang secara harfiah berarti “semoga Anda mendapatkan kekayaan dan kemakmuran,” bukan sekadar sapaan formal, melainkan sebuah doa dan harapan tulus yang dibagikan antar sesama. Ini mencerminkan esensi dari perayaan Imlek yang sarat akan doa dan harapan akan keberuntungan, kesehatan, dan kebahagiaan.
Pemerintah dan berbagai elemen masyarakat juga turut ambil bagian dalam memeriahkan Imlek, menunjukkan keberagaman dan toleransi beragama di Indonesia. Perayaan ini menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan antar umat beragama, sekaligus menjadi daya tarik budaya yang turut berkontribusi pada sektor pariwisata.
Dengan semangat kebersamaan dan harapan yang membara, Tahun Baru Imlek 2577 diharapkan menjadi awal dari lembaran baru yang dipenuhi dengan keberhasilan, kemakmuran, dan keharmonisan bagi seluruh masyarakat. Semoga semangat “Kuda Api” ini membimbing kita semua menuju masa depan yang lebih cerah. Gong Xi Fa Cai!
(red)
