MENGUKIR BAKTI BAGI KETAHANAN PANGAN: PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO ANUGERAHKAN TANDA KEHORMATAN NASIONAL KEPADA 70 PARA PELAKSANA PROGRAM PEMENUHAN GIZI

Nasional

Penganugerahan Bintang Jasa hingga Satya Lencana Wira Karya Jadi Simbol Apresiasi Atas Dedikasi Lintas Sektor dalam Wujudkan Pangan Berdaulat dan Gizi Merata

JAKARTA – Menegaskan visi bahwa negara yang kuat bermula dari pemenuhan gizi yang merata dan pangan yang berdaulat, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah secara resmi menganugerahkan Tanda Kehormatan Nasional kepada 70 putra-putri terbaik bangsa yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam akselerasi program pemenuhan gizi nasional. Acara penganugerahan yang penuh makna ini juga diiringi dengan peresmian ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan gudang pangan secara bersamaan, menjadi bukti nyata komitmen negara dalam membangun dasar yang kokoh bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Penganugerahan yang mencakup berbagai tingkatan penghargaan mulai dari Bintang Jasa hingga Satya Lencana Wira Karya diberikan kepada para tokoh dan pelaku yang telah berkontribusi signifikan dalam mendukung program pemenuhan gizi dan ketahanan pangan nasional. Penerima penghargaan berasal dari lintas sektor yang bekerja sama secara sinergis, mulai dari jajaran teknis Badan Gizi Nasional yang menjadi pembina kebijakan, institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang turut andil dalam pelaksanaan lapangan, hingga perwakilan dunia usaha yang memberikan dukungan sumber daya serta tokoh masyarakat yang menjadi ujung tombak dalam penyebaran kesadaran gizi di tingkat lokal.

Dalam pidatonya pada acara tersebut, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa upaya untuk menjamin akses pangan yang cukup dan gizi yang merata bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, melainkan kolaborasi bersama seluruh komponen bangsa. Menurutnya, setiap kontribusi yang diberikan oleh para penerima penghargaan hari ini telah memberikan dampak besar bagi perbaikan status gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan lainnya.

“Negara yang kuat tidak bisa dibangun dengan generasi yang kurang gizi. Setiap langkah yang kita lakukan dalam menjaga ketahanan pangan dan pemenuhan gizi adalah investasi besar bagi kesehatan dan kecerdasan generasi mendatang. Oleh karena itu, penghargaan yang diberikan hari ini adalah bentuk apresiasi negara atas dedikasi yang telah Anda berikan,” ujar Presiden Prabowo.

Peresmian ribuan SPPG yang akan tersebar di seluruh pelosok Indonesia menjadi salah satu tonggak penting dalam program pemenuhan gizi nasional. SPPG bertujuan untuk memberikan akses mudah terhadap makanan bergizi bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya di daerah-daerah yang memiliki risiko tinggi masalah gizi seperti stunting, kurang gizi, dan obesitas. Selain itu, peresmian gudang pangan yang juga dilakukan secara bersamaan di berbagai wilayah akan berperan penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok pangan strategis, sehingga memastikan ketersediaan bahan makanan bergizi untuk mendukung program tersebut.

Kepala Badan Gizi Nasional yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa kerja sama lintas sektor yang terjalin selama ini telah menjadi kunci keberhasilan dalam percepatan penurunan angka stunting dan perbaikan status gizi nasional. Menurutnya, penganugerahan tanda kehormatan ini akan menjadi dorongan lebih besar bagi seluruh pihak untuk terus meningkatkan kontribusi dalam mendukung program gizi dan ketahanan pangan.

“Tanpa dukungan dari berbagai pihak, termasuk Polri yang membantu dalam pelaksanaan dan pengawasan di lapangan, dunia usaha yang menyediakan sumber daya, serta tokoh masyarakat yang menjadi mitra penting di tingkat desa, program pemenuhan gizi tidak akan dapat menjangkau sebanyak ini. Penghargaan ini adalah bagi kita semua yang telah bekerja sama untuk kesejahteraan rakyat,” jelasnya.

Sebagai perwakilan penerima penghargaan dari institusi Polri, seorang perwira tinggi menyampaikan bahwa peran kepolisian dalam program pemenuhan gizi dan ketahanan pangan merupakan bagian dari komitmen Polri untuk melayani masyarakat dan mendukung kebijakan nasional. Ia menyatakan bahwa seluruh jajaran Polri akan terus memberikan dukungan maksimal untuk memastikan bahwa program-program ini dapat berjalan dengan lancar dan tepat sasaran.

Sementara itu, perwakilan dunia usaha yang menerima penghargaan menyampaikan bahwa kontribusi dari sektor swasta merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendukung pembangunan negara. Menurutnya, sektor swasta siap untuk terus bekerja sama dengan pemerintah dalam mengembangkan program-program yang mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat.

Penghargaan yang diberikan pada hari ini juga menjadi pengingat bahwa setiap langkah kecil dalam menjaga ketahanan pangan dan pemenuhan gizi memiliki nilai besar bagi masa depan bangsa. Kolaborasi yang terjalin antar berbagai pihak menjadi bukti bahwa dalam membangun Indonesia yang sehat, kuat, dan makmur, kerja sama adalah kunci utama yang tidak dapat digantikan.

“Mari kita terus memperkuat kolaborasi ini untuk menjamin bahwa setiap anak bangsa memiliki akses terhadap makanan bergizi dan pangan yang cukup. Hanya dengan demikian, kita dapat membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan mampu membawa bangsa menuju masa depan yang lebih baik,” pungkas Presiden Prabowo Subianto dalam penutup pidatonya.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!