AKSI BEGAL BERCELURIT MENEROR KAWASAN SURABAYA TIMUR, PENGENDARA DIKALUNGI SENJATA TAJAM SAAT MELINTAS DI JALAN MERR MALAM HARI

Nasional

Surabaya, 10 Februari 2026 — Aksi begal bersenjata tajam jenis celurit kembali mengganggu ketertiban dan keamanan di kawasan Surabaya Timur. Seorang pengendara sepeda motor menjadi korban perampasan setelah lehernya dikalungi alat tajam saat melintas di jalanan yang relatif sepi pada malam hari. Korban yang teridentifikasi sebagai Krisna, seorang pendengar Radio Suara Surabaya, mengalami peristiwa mencekam itu pada hari Senin (09/02/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Menurut keterangan Krisna, saat ia melintasi Jalan Ir. Soekarno (lebih dikenal sebagai Jalan MERR), ia menyadari bahwa kendaraannya dibuntuti oleh sekelompok orang yang mengendarai tiga unit sepeda motor. Korban yang pada saat itu sedang dalam perjalanan pulang tidak menyangka akan menjadi target tindak kejahatan, mengingat jalanan pada saat itu masih ada beberapa pengguna jalan lainnya.

Setibanya di sekitar kawasan dekat restoran cepat saji McD Kenjeran hingga dekat Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) di wilayah tersebut, kendaraan korban dipepet dan dihentikan secara paksa oleh kelompok tersebut. Tak berselang lama, salah satu pelaku langsung mengalungkan celurit ke leher Krisna, sementara pelaku lain dengan cepat membuka tas yang dibawa korban dan menguras isi dompet. Tak hanya uang tunai yang dirampas, dokumen penting seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) serta sepeda motor milik korban juga diambil dan dibawa kabur oleh pelaku ke arah kawasan Kenpark dan Kenjeran.

“Kejadian berlangsung sangat cepat, diperkirakan hanya sekitar dua menit saja. Saya tidak mampu berteriak atau melakukan perlawanan karena merasa syok dan sangat ketakutan saat senjata tajam sudah menyentuh leher saya,” ucap Krisna saat memberikan keterangan di Polsek Mulyorejo. Korban juga menambahkan bahwa pada saat itu ia hanya berharap agar keselamatannya tetap terjaga, sehingga tidak berani melakukan gerakan yang bisa memicu tindakan lebih ekstrem dari pelaku.

Berdasarkan informasi dari korban, total ada enam orang pelaku yang terlibat dalam aksi begal tersebut. Tiga di antaranya bertugas sebagai pengemudi kendaraan pelarian, sementara tiga orang lainnya langsung melakukan eksekusi perampasan. Dari pengamatan Krisna, para pelaku menggunakan tiga jenis sepeda motor berbeda yaitu Scoopy warna putih, PCX warna hitam, dan Mio J warna merah. Uniknya, hanya satu pelaku yang mengenakan helm sesuai standar, sementara kelima pelaku lainnya menggunakan hoodie atau penutup kepala untuk menyembunyikan wajah mereka dari pandangan korban dan kamera pemantau yang mungkin ada di sekitar lokasi.

Kasus ini telah segera dilaporkan oleh korban ke Polsek Mulyorejo, dan pihak kepolisian langsung melakukan tindak lanjut dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas penyidik mengumpulkan berbagai bukti fisik yang mungkin ada di lokasi, serta melakukan wawancara dengan beberapa saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian saat peristiwa terjadi.

Kepala Polsek Mulyorejo yang tidak ingin disebutkan namanya menjelaskan bahwa aksi begal di lokasi tersebut bukan merupakan kasus pertama. “Sebelumnya pada bulan Januari 2026 juga telah terjadi kasus serupa dengan modus operandi yang hampir sama, yaitu menggunakan senjata tajam dan bekerja secara berkelompok,” ujarnya. Pihak kepolisian juga menyebutkan bahwa di sekitar lokasi kejadian terdapat kamera Closed-Circuit Television (CCTV) milik Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya yang diharapkan dapat memberikan informasi penting terkait ciri khas kendaraan pelaku maupun arah lari mereka setelah melakukan tindak kejahatan.

Saat ini tim penyidik sedang melakukan analisis terhadap data yang terkumpul, termasuk melakukan pemeriksaan rekaman CCTV dari berbagai titik di sekitar lokasi kejadian dan jalur pelarian yang diduga digunakan oleh pelaku. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang berada di kawasan Surabaya Timur, terutama mereka yang sering melakukan perjalanan malam hari, untuk lebih meningkatkan kewaspadaan. Beberapa saran yang diberikan antara lain menghindari jalanan sepi jika tidak diperlukan, selalu menginformasikan rute perjalanan kepada keluarga atau teman, serta segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang diamati ke pihak berwajib.

“Kami berkomitmen untuk segera mengungkap kasus ini dan menangkap seluruh pelaku yang terlibat. Kami juga mengajak masyarakat untuk memberikan informasi atau keterangan jika ada yang melihat atau mengetahui sesuatu yang berkaitan dengan kasus ini, agar proses penyelidikan dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” pungkas pihak kepolisian.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!