
Balikpapan, 10 Februari 2026 – Dalam rangka menanamkan pemahaman sejak dini mengenai tugas dan peran kepolisian serta pentingnya menjaga lingkungan, Divisi Polisi Perairan dan Udara (Dit Polairud) Polda Kalimantan Timur (Kaltim) menerima kunjungan edukatif bertema Belajar Polisi Sahabat Anak dari Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Auliyaa Diin Balikpapan pada hari Selasa (10/2). Kegiatan yang diisi dengan berbagai aktivitas menyenangkan dan edukatif ini menjadi bagian dari program berkelanjutan Polri untuk menjalin hubungan erat dengan generasi muda serta memperkenalkan profesi kepolisian dengan pendekatan yang ramah dan sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Sebagaimana diinformasikan melalui laman resmi Tribratanews.kaltim.polri.go.id, kunjungan yang diikuti oleh sekitar 120 anak PAUD beserta pendidik dan beberapa orang tua siswa ini diadakan di markas Dit Polairud Polda Kaltim. Kegiatan dimulai dengan sambutan hangat dari Kasat Polairud Polda Kaltim, AKBP Yudha Prasetyo, yang menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk membangun rasa percaya dan kedekatan antara anak-anak dengan kepolisian sejak usia dini. “Kita ingin anak-anak tidak merasa takut dengan polisi, melainkan melihat kita sebagai sahabat yang bisa dipercaya dan menjadi teladan. Selain itu, kita juga ingin mengenalkan pentingnya menjaga wilayah perairan dan ekosistem alam yang ada di sekitar kita,” ujar AKBP Yudha dalam sambutannya.
Setelah sambutan, anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk mengikuti serangkaian aktivitas yang telah disiapkan. Personel Dit Polairud Polda Kaltim yang telah dilatih untuk berinteraksi dengan anak-anak memberikan penjelasan sederhana dan mudah dipahami mengenai tugas polisi perairan dan udara. Materi yang disampaikan mencakup peran polisi dalam menjaga keamanan wilayah perairan Kaltim, memastikan keselamatan pelayaran bagi nelayan dan kapal komersial, serta upaya perlindungan terhadap ekosistem laut dan pesisir yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat di daerah ini.
Salah satu bagian yang paling dinanti oleh anak-anak adalah sesi pengenalan ekosistem mangrove. Personel Dit Polairud yang juga memiliki keahlian dalam konservasi lingkungan menjelaskan bahwa mangrove bukan hanya sebagai tumbuhan yang tumbuh di pesisir, melainkan berperan sebagai penyangga alam yang melindungi daratan dari abrasi, tempat tinggal bagi berbagai jenis biota laut, serta membantu menjaga keseimbangan ekosistem. Penyampaian materi dilakukan dengan cara interaktif, seperti melalui tayangan gambar menarik, cerita bergambar, dan permainan sederhana yang membuat anak-anak antusias mengikuti setiap penjelasan. “Anak-anak sangat antusias ketika kita menjelaskan tentang hewan-hewan yang hidup di sekitar mangrove, seperti kepiting, udang, dan berbagai jenis ikan. Mereka juga senang belajar tentang cara menjaga kebersihan pantai agar ekosistem mangrove tetap lestari,” ungkap salah satu personel yang menangani sesi tersebut.
Tidak hanya sekadar mendengar penjelasan, para siswa PAUD Auliyaa Diin juga mendapatkan kesempatan berharga untuk melihat secara langsung berbagai peralatan yang digunakan oleh Dit Polairud dalam menjalankan tugasnya. Mereka diajak berkeliling untuk melihat peralatan Search and Rescue (SAR) seperti pelampung darurat, alat komunikasi khusus, hingga peralatan penyelaman yang digunakan dalam operasi penyelamatan di perairan. Anak-anak juga sangat bersemangat ketika diperbolehkan melihat dan bahkan memasuki salah satu kapal patroli milik Dit Polairud Polda Kaltim yang sedang berada di dermaga. Dengan didampingi oleh personel berpengalaman, mereka diperkenalkan dengan berbagai fasilitas di dalam kapal serta fungsi masing-masing bagian dari kapal patroli.
“Kita sengaja mengajak anak-anak melihat langsung peralatan dan kapal kita agar mereka bisa merasakan secara nyata apa yang dilakukan oleh polisi perairan. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu yang tinggi, keberanian, serta kecintaan mereka terhadap profesi kepolisian dan cinta terhadap alam, khususnya wilayah perairan Indonesia,” jelas AKBP Yudha Prasetyo.
Selama kunjungan, anak-anak juga diberikan kesempatan untuk bertanya dan berinteraksi langsung dengan personel kepolisian. Beberapa anak bertanya tentang jenis kapal yang digunakan, bagaimana cara polisi bekerja di laut, hingga bagaimana cara menjaga mangrove agar tetap sehat. Personel Dit Polairud dengan sabar menjawab setiap pertanyaan anak-anak dengan bahasa yang mudah dimengerti dan penuh kesabaran.
Kepala PAUD Auliyaa Diin Balikpapan, Hj. Siti Nurhaliza, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Dit Polairud Polda Kaltim atas kesempatan yang diberikan kepada siswa-siswinya. Menurutnya, kunjungan ini memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak yang jarang mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung tentang profesi kepolisian dan lingkungan perairan. “Anak-anak sangat senang dan antusias mengikuti seluruh aktivitas hari ini. Mereka banyak belajar hal baru yang tidak bisa kita berikan hanya di dalam kelas. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan bisa menjadi bagian dari program pembelajaran luar sekolah bagi anak-anak PAUD di Balikpapan,” ucap Hj. Siti.
Sebagai penutup kegiatan, setiap anak diberikan cinderamata berupa stiker dan buku cerita bergambar tentang polisi perairan serta lingkungan mangrove. Personel Dit Polairud juga berfoto bersama seluruh peserta kunjungan sebagai kenang-kenangan yang berharga. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan baru bagi anak-anak, tetapi juga dapat menjadi dasar untuk membangun generasi muda yang cinta tanah air, menghargai profesi kepolisian, serta peduli terhadap kelestarian lingkungan alam.
(*)
